Masyarakat Jepang Masih Kuat Mengenakan Kimononya

Dua kata itu adalah kosa kata bahasa Jepang. Sekilas mirip tulisan dan pengucapannya. Dozo artinya dalam bahasa Indonesia adalah silahkan, sedangkan Domo berarti terima kasih. (Bhs. Jawa berarti monggo dan matur nuwun).

Sangat singkat dan sederhana memang, tetapi kata ini mampu membentuk pribadi seseorang (orang Jepang) menjadi berkarakter baik.

Pembiasaan yang dimulai sejak kecil dengan penggunaan kata ini dalam suasana yang tepat, bisa mewarnai atau mengubah perilaku menjadi baik pada seseorang.

Dengan mengucap Dozo (silahkan) maka secara tidak sengaja, seseorang akan mengekang keinginan pribadinya atau tidak memaksakan kemauannya pada orang lain dan menghargai orang lain.

Untuk lebih jauh, akan membentuk pribadi yang akan mampu mawas diri, tidak harus selalu menang dan menjadi yang paling.

Membiasakan mengucap kata Domo (terima kasih), juga akan bisa membentuk jiwa atau karakter seseorang selalu bersyukur, tidak sombong, merasa membutuhkan bantuan, dan tidak egois.

Dua kata sederhana yang kalau mampu diucap dan diwujudkan dalam perbuatan sungguh luar biasa efeknya. Apalagi ditambah dengan kata yang juga tidak pernah lepas dari mulut orang Jepang, yaitu Sumimasen yang berarti maaf.

Gambaran ini sesuai dengan yang sudah terapkan di SMAM1TA, yang membiasakan bertutur kata dengan baik dan sopan kepada semua warga sekolah. Harapannya terbentuk karakter insan yang ramah, santun, sopan dan bisa menghargai orang lain. Itulah salah satu wujud mencapai visi SMAMITA, yaitu Shaleh dalam Perilaku. Ikhuwan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here