Warga Taiwan, Romania, dan Ceko Terkesima Dengan Pelajar SMAM1TA

0
48

Merry Aan, Mahasiswa Taiwan (Kanan)

Rabu, 16 Agustus  2017 merupakan hari yang istimewa bagi Pelajar SMAMITA. Bagaimana tidak istimewa karena di hari tersebut Pelajar SMAMITA berkesempatan untuk memeriahkan HUT RI ke 72 dengan mengisinya dengan berbagai aktifitas perlombaan. Diantaranya adalah lomba kebersihan antar kelas, lomba menghias kue tradisional, lomba Nyunggih Tampah hingga lomba memasukkan pensil di dalam botol.

Selain mengikuti perlombaan, Pelajar SMAMITA  juga berkesempatan untuk saling mengenal dan berinteraksi dengan  Tamu Warga Negara Asing yang saat itu sedang berkunjung di SMAMITA. Mereka adalah Marry An dari Taiwan, Corneliu Viorel Man dari Rumania, serta Veronica dari Republik Ceko. Mereka adalah pemuda asing yang menjalankan project social yang tergabung dalam organisasi AIESEC .  Sebuah Organisasi kepemudaan terbesar di dunia yang bergerak dalam bidang pengabdian sosial dan pengembangan jiwa kepemimpinan melalui gerakan pertukaran pelajar atau internship.

Dalam kesempatan ini, Mary An mengaku senang bisa berkunjung ke Indonesia. Gadis manis berusia 23 tahun  ini mengungkapkan bahwa selama di SMAMITA ia sangat gembira. Marry diperkenalkan  tentang berbagai kebudayaan Indonesia seperti makanan tradisional “gethuk” hingga lagu kebangsaan Indonesia. Bahkan, Marry  juga meminta pelajar SMAMITA untuk menyanyikan lagu kebangsaan kita  yakni Indonesia Raya. Marry juga senang karena berkesempatan ikuti lomba bersama warga SMAMITA. Ia tidak merasa kesulitan untuk beradaptasi dengan pelajar karena menurutnya warga SMAMITA sangat bersahabat.

Senada dengan Marry, Corneliu juga mengungkapkan hal yang serupa. Pemuda 26 tahun yang selama 6 (enam)  minggu kedepan berkantor di SD Maryam Surabaya, sangat terkesima dengan Indonesia, terutama Surabaya. Ia juga merasa nyaman selama di SMAMITA, karena warga SMAMITA sangat baik dan rasa kepeduliannya tinggi. Dibandingkan dengan orang-orang di negara asalnya, yang cenderung individualistis menurutnya orang Indonesia lebih asyik.

Corneliu juga mengaku sangat menikmati perannya sebagai guru selama tinggal di Indonesia.  Corneliu juga mengungkapkan bahwa ia tidak kesulitan beradaptasi dengan cuaca di Surabaya. “Dinegaraku sedang musim panas,  dan disini (Indonesia)  juga musim kemarau.  Jadi saya rasa sama” kata Corneliu saat perjalanan pulang dari SMAM1TA.

Di akhir pertemuan, Marry dan Corneliu berpesan kepada pelajar SMAMITA agar tetap belajar, tetap ramah dan jauhi narkoba.  Marry, Corneliu dan Veronica berharap semoga suatu saat bisa bertemu lagi dengan SMAMITA. Wahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here