Oleh: Ira Susantie, S.PdI., Guru BTQ SMAM1TA

 

Memasuki tahun ajaran 2017/2018 SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo (SMAM1TA), mulai menerapkan full day school. Terlihat banyak sekali perubahan dan kegiatan demi kemajuan sekolah ini. Dimulai dari pembangunan gedung delapan lantai.

Desain gedung ini sengaja dibuat vertikal menjulang tinggi karena keterbatasan lahan yang terletak di kawasan industri dan lingkungan padat penduduk. Pembangunan gedung ini bertujuan untuk menambah jumlah kelas karena setiap tahunnya sering menolak siswa yang mendaftar jika sudah terpenuhinya pagu lima kelas dalam satu jenjang.

Sehingga pembangunan gedung ini bisa mengurangi kekecewaan masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya disini. Ditambah pula beberapa ruangan sebagai sarana pembelajaran yang representatif untuk menunjang pembelajaran siswa.

Meski belum genap satu tahun menerapkan full day school sekolah yang terletak di jl. Raya Ketegan Taman Sidoarjo ini, sudah berkali-kali masuk koran dan televisi karena adanya kegiatan-kegiatan yang menarik media massa. Adapun kegiatan tersebut diantaranya: Internasionalisasi ote-ote dan batik dengan mengundang mahasiswa asing dari China, Aljazair, Mesir dan Ceko. Para mahasiswa asing ini diajari cara membuat ote-ote sebagai makanan khas Indonesia yang sehat, murah dan merakyat di kalangan masyarakat. Mereka nampak senang saat menikmati ote-ote buatannya sendiri. Mereka juga diajari membatik sebagai hasil karya Indonesia yang sudah mendunia dan diakui UNESCO.

Pada Agustus lalu (2017) SMAM1TA mengikutsertakan 606 siswa dan 38 guru beramai-ramai ke bioskop terdekat di Cito (City Tomorrow) Surabaya menyaksikan film Nyai Ahmad Dahlan yang menjadi tayangan terlaris pada saat itu. Sebagai warga Muhammadiyah yang taat smamita sengaja mengajak siswanya untuk lebih mengenal sosok Nyai Ahmad Dahlan sebagai wanita yang ikut membantu suaminya dengan harta, tenaga dan pikiran dalam mendirikan organisasi Muhammadiyah dan sebagai wanita pendiri organisasi Aisiyah. Kegiatan ini dilakukan sebagai pembelajaran di luar kelas dan sosok Nyai Ahmad Dahlan bisa menjadi teladan bagi generasi sekarang.

Dalam memperingati hari sumpah pemuda di bulan Oktober SMAM1TA juga mengadakan Pekan Bahasa selama tiga hari, dengan mengadakan berbagai macam lomba bahasa seperti lomba pidato, lomba menyanyi, lomba kaligrafi, lomba animasi dan lomba siaran radio. Kesemua lomba itu diikuti berbagai bahasa. yang diajarkan di sekolah. Yaitu bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Indonesia, bahasa Jepang dan bahasa Jawa. Adapula lomba busana dan makanan khas dari negara yang bahasanya dipilih para siswa. Acara ini dilanjutkan dengan seminar bahasa dengan mengundang pakar bahasa dari UNESA dan ditutup dengan  kegiatan pembelajaran sehari dengan menggunakan bahasa Jawa. Karena mengingat pentingnya  mengajarkan tata krama dan tutur kata yang santun dalam berbicara bahasa Jawa. Apalagi bahasa Jawa yang memiliki kromo inggil saat ini sudah mulai punah ditelan westernisasi dan modernisasi harus dilestarikan kembali sebagai kekayaan budaya nusantara.

Menjelang peringatan hari pahlawan smamita mengadakan pengibaran bendera raksasa di gedung lantai 8. Acara ini disaksikan oleh para veteran yang sengaja diundang di smamita untuk mengenang jasa mereka dalam meraih kemerdekaan perang melawan Belanda. Karena jasanya yang besar smamita memberikan hadiah kepada mereka. Yang menarik dari para veteran mereka menyampaikan bahwasannya saat itu baru ada sekolah yang mengundang mereka di hari pahlawan. Mereka juga bisa menceritakan perjuangannya dimasa silam. Sehingga para siswa diharapkan lebih mencintai NKRI dengan semangat belajar dan menanamkan jiwa nasionalisme yang tinggi.

Demi kemajuan intelektual siswa dalam berbahasa asing smamita  mengajak para siswanya belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare Kediri. Kegiatan ini diharapkan para siswa lancar dalam berbahasa Inggris sebagai bahasa internasional yang sudah mendunia. Begitu juga supaya para siswa semangat belajar bahasa asing dalam menghadapi arus globalisasi.

Saat terjadi bencana puting beliung di Kecamatan Waru semamita mengajak siswanya untuk mengumpulkan dana demi menumbuhkan jiwa sosial yang tergabung di PCM Sepanjang. Sehingga bisa terkumpulkan dana yang cukup besar dengan dirupakan barang material untuk memperbaiki rumah korban bencana yang rusak.

Sekolah yang dipimpin Drs Zainal Arif Fakhrudi ini tidak ketinggalan dalam mengikuti perkembangan kemajuan dunia pendidikan. Smamita mulai melaksanakan Ujian Akhir Semester atau UAS pada tanggal 27 November – 8 Besember 2017 dengan CBT. Kegiatan ini dilakukan untuk mempersiapkan siswa dalam UNBK nanti. Dan saat ini smamita terus mengembangkan inovasi dengan merencanakan program-program bermutu demi kemajuan siswa dan kenyamanan mereka belajar di sekolah. Karena banyaknya kegiatan akan memotivasi siswa dalam belajar dan mencegah kenakalan remaja. Smamita juga tegas menerapkan kedisiplinan bagi para siswa dan guru. Karena dengan kedisiplinan akan mencetak generasi yang berkepribadian unggul dan memiliki etos kerja yang tinggi. Begitu juga sekolah sebagai rumah kedua bagi siswa harus bisa memberikan pengaruh positif di lingkungan masyarakat dan untuk meraih kesuksesan mereka di masa mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here