Cerpen Siswa: Ayah Ibu, Maafkan Aliya Anakmu Ini

Foto: Nanda, Kelas X IPA3 (penulis muda smam1ta)

 

Ada seorang gadis bernama Aliya. Dia anak tunggal dan juga cuek terhadap sekitarnya, hal ini disebabkan oleh kedua orang tuanya yang sibuk bekerja dan tak mempedulikan anaknya. Suatu hari kedua orang tuanya pulang setelah sibuk bekerja di negara lain. Aliya yang mendengar berita ini cuek saja dengan keberadaan orang tuanya.

Assalamualikum, Nak. Kami pulang,” sapa Ibu begitu menemukan Aliya duduk di ruang keluarga sambil menonton TV.

Namun Aliya hanya diam, tanpa memperdulikan ibunya kedatangan ibunya.

Ibu Aliya yang melihat anaknya tak memeperdulikan ucapannya pun kembali berbicara sambil menghampiri Aliya.

Assalamualaikum, Aliya. Kami pulang.

Akhirnya Aliya pun menjawab, “Waalaikumsalam, Bu

Ayah Aliya yang mendengar Aliya menyahut dengan tak acuh pun menegur anaknya, “Nak, kalau membalas ucapan ibumu harus dengan sopan.

Aliya pun berdecak sebal. Kedua orang tuanya sudah lama meninggalkannya sendirian di rumah tanpa kasih sayang yang cukup. Dan sekarang orang tuanya datang ke rumah seolah tak terjadi apa-apa. Aliya dengan kesal berdiri menhadap orang tuanya.

Ayah nggak tau gimana rasanya ditinggal sama orang tua pergi kerja sementara aku di sini sendirian tanpa kasih sayang yang cukup. Kadang aku iri sama teman-teman aku yang waktu liburan selalu pergi sama orang tuanya,” ujar Aliya dengan mata yang berkaca kaca. Kemudian Aliya pergi sambil berlari menuju kamarnya yang ada dilantai dua.

Sang Ibu yang tertegun mendengar ucapan anaknya hanya bisa terduduk lemas di atas sofa. Ayah Aliya yang melihat istrinya lemas, langsung pergi menghampiri Aliya. Ayah Aliya lalu mendekati anaknya yang menangis di atas ranjang. Lalu menasehati Aliya.

Nak, Ayah dan Ibu melakukan semua ini cuma buat Aliya.

Tapi, Yah…,” rengek Aliya sambil tetap menangis

Dengan lembut Ayah membelai kepala Aliya.

Kamu mungkin tidak tahu betapa susahnya dunia kerja, tapi kami melakukan semua ini cuma buat Aliya. Bukan buat ayah sendiri atau juga Ibu.

Aliya dengan masih masih terisak membalas ucapan Ayah, “Aku tidak butuh uang yang selalu Ayah berikan. Aku cuma butuh kasih sayang dan kehadiran kalian di saat aku sedih….

Mungkin kami tidak selalu hadir di saat kamu sedih, tapi kami akan selalu sayang padamu. Bayangkan saja kalau kami tidak bekerja. Kamu tidak akan pergi ke mall dengan temanmu saat yang lain memamerkan barang-barang mahal, mungkin saja kamu akan diam di rumah dan iri pada teman-temanmu.

Aliya merenung dalam hati. Jika saja orang tuanya tidak bekerja maka dia tidak bisa sekolah dan mungkin saja hanya diam di rumah, melihat teman-teman sebayanya bersenang-senang.

Ayah benar,” sahut Aliya sambil menyeka air matanya.“Mungkin saja aku tidak bisa bermain sama teman-temanku.

Ayah tersenyum. “Sudah, sekarang kamu minta maaf sama Ibumu. Ibumu bahkan yang memaksa Ayah menyempatkan diri untuk pulang. Ibumu sangat merindukanmu.

Aliya dan Ayahnya pun pergi menghampiri ibunya yang masih ada di ruang tamu. Sambil tersenyum, Aliya berkata pada Ibunya.

Ibuuuu…,” Aliya memeluk Ibunya. “Maafkan Aliya, Bu. Aliya tidak tau jika semua ini buat Aliya. Maafkan Aliya, Bu.

Ibu membalas pelukan Aliya.

Iya, Nak. Ibu memaafkan Aliya. Aliya harus tahu kalau semua ini buat Aliya, juga karena kami sayang sama Aliya. Maafkan Ibu yang selama ini tidak bisa menemani Aliya,” Ibu Aliya berbicara sambil tersenyum bahagia.

Aliya akan selalu sayang sama Ibu dan Ayah.” Aliya kembali memeluk Ibu dan Ayahnya

***

Terkadang mungkin kita tidak tahu bahwa apa pun yang dilakukan setiap orang tua hanya untuk anaknya. Jangan selalu berfikir negatif tentang mereka, karena tanpa mereka maka kamu tidak akan ada didunia ini. Nanda X Ipa 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *