Gerhana Bulan, Wujud Kebesaran-Nya

0
202

Foto: gerhana bulan total (istimewa)

Gerhana bulan merupakan fenomena saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan yang tertutup oleh bayangan bumi. Hal demikian terjadi jika bumi berada diantara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama. Sehingga sinar Matahari tidak bisa mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah memastikan masyarakat Indonesia dapat melihat secara langsung Gerhana Bulan Total atau yang dikenal dengan nama super blue blood moon mulai pukul 19:52 – 21:08 WIB pada 31 Januari 2018.

Profesor Riset Astronomi-Antrofisika LAPAN, Thomas Djamaluddin mengatakan proses gerhana bulan total tersebut dimulai pada pukul 18:48 WIB, lalu proses tersebut akan berakhir pada pukul 22:11 WIB.‎ Menurutnya, pada saat proses gerhana bulan total terjadi, sisi bumi bagian timur perlahan akan gelap tertutup oleh bayangan bumi terhadap bulan.

Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 19:51-21:07 WIB, bulan akan menjadi gelap dan kemerahan saat seluruh purnama masuk ke bayangan inti bulan. Warna merah ini disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh atmosfir bumi.

Gerhana bulan total kali ini banyak menarik perhatian dari publik, karena memiliki beragam nama seperti supermoon, blue moon dan blood moon‎, namun setiap nama tersebut memiliki arti yang berbeda. Nama supermoon sendiri merupakan nama pada saat bulan memiliki jarak yang cukup dekat dengan bumi, sehingga purnama dan gerhana tampak lebih besar dari biasanya.

Kemudian blue moon sendiri disebut karena bulan tersebut merupakan purnama kedua pada bulan Januari setelah 1 Januari tahun lalu. Lalu untuk nama blood moon sendiri terjadi akibat gerhana bulan total sehingga bulan terlihat seperti merah darah.

Setiap tahun diperkirakan gerhana bulan ini dapat terjadi dua sampai lima kalian. Gerhana bulan total lebih jarang terjadi. Lain halnya dengan gerhana matahari. Gerhana bulan dapat dinikmati dengan mata telanjang sehingga aman untuk dilihat secara langsung dan tidak berbahaya.

Untuk dapat menikmati gerhana bulan dengan jelas, dapat dengan menggunakan alat seperti teleskop atau teropong.

Ketika gerhana bulan sedang berlangsung, umat Islam yang melihat atau mengetahui gerhana tersebut disunnahkan untuk melakukan shalat gerhana (shalat khusuf).

Mari, bersama-sama menikmati kekuasaan Allah Ta’ala dengan melaksanakan shalat Khusuf ini. Amel