Foto: Emot Setuju (istimewa)

 

Teringat pada suatu waktu, saat mengikuti acara tentang motivasi. Acara yang sedang tren saat ini. Bukan karena kebetulan, tetapi karena temanya tentang team working, jadinya tertarik.

Motivator dengan hebat menjelaskan secara rinci dan gamblang tentang apa itu team, working dan team working.

Pengetahuan dan pengalaman yang selama ini hanya sedikit dibanding dengan apa yang diuraikan oleh motivator. Yang sudah terkerjakan selama ini terkadang sudah benar, ada yang mendekati benar, ada yang salah, ada yang benar-benar salah dan ada yang sama sekali belum dikerjakan karena ketidaktahuan.

Walaupun tanpa pengetahuan tetap dikerjakan, berdasar pengalaman dan mungkin terlalu percaya diri dan sedikit keegoan, biasa kita kenal dengan istilah (otodidak). Dan itulah memang salah satu sifat manusia yang sering lupa akan ketidak berdayaannya tetapi merasa semua bisa, dan semua yang tidak seperti fikirannya adalah tidak benar.

Saat sesi tanya jawab, terlempar sebuah pertanyaan yang menarik, begini,”Dalam sebuah team work, jika ada satu yang selalu menghambat bagaimana sebaiknya?” Motivator kelihatannya terpancing dengan pertanyaan itu, diapun menjawab,”Team work adalah ibarat tubuh kita, kalau ada anggota tubuh yang sakit, dan sakitnya mempengaruhi kerja/fungsi anggota tubuh yang lain, bahkan merusak tubuh maka sebaik diamputasi.

Dengan kalimat itu semua paham. “Saya tidak setuju“, itulah kalimat yang terucap dari hati saya walaupun tak bersuara. Sekilas jawaban motivator itu benar, tapi menurut saya tidak atau kurang pas. Karena sudah terlanjur menjadi sebuah tim, maka baik buruk, setuju tidak setuju, menghalangi mendukung, mengsupport menggembosi, semuanya adalah tanggungjawab tim.

Sehingga yang sangat penting dilakukan pertama adalah keterbukaan, kebersamaan dan komitmen anggota hingga akan muncullah kesolidan satu tim. Setelah tim solid barulah working atau bekerja, tidak ada halangan atau rintangan lagi saat bekerja,  itu menurut pendapat saya. Siapapun bisa salah, siapapun bisa lupa, termasuk motivator dan pendengarnya.

Kita menjadi pendengar, mendengarkan keluhan,dan memberikan solusinya. Bukan malah sebaliknya. Ikhuwan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here