Foto: Jama’ah mendengarkan Khutbah Shalat Khusuf

 

Pelaksanaan shalat Khusuf atau gerhana, menjadi magnet tersendiri diseluruh daerah di Jawa Timur. Terutama yang ada di Kota Surabaya. Fenomena langkah ini, menjadi magnet tersendiri dan jadi ajang wisata religi baru. Bahkan, beberapa jalan-jalan macet, dengan adanya fenomena alam ini.

Foto: Jalanan Macet

Masjid Al-Akbar Surabaya, di Jalan Pagesangan Kecamatan Jambangan Surabaya contohnya, lebih dari 20.000 jama’ah mengikuti shalat Khusuf malam itu, Rabu (30/01/2018). Setelah itu, menyaksikan fenomena gerhana bulan ini melalui layar besar yang disediakan oleh takmir masjid. Yang kemudian, dijadikan tempat foto selfie bersama.

Shalat dimulai pukul 20.00 WIB, shalat di Imami oleh Imam Besar Masjid Al Akbar, KH. Abdul Hamid Abdullah. Sedangkan Khatib Shalat, Kh. Abdussalam Nawawi.

Selain puluhan ribu jama’ah, Calon Gubernur Jatim Saifullah Yusuf hadir. Termasuk lawan poliktiknya, calon wakil gubernur Jawa Timur Emil E. Dardak juga hadir didampingi istri Arumi Bachsim.

baca juga: Gerhana Bulan Wujud Kebesarannya

Berikut kutipan isi Khutbah saat Shalat Gerhana kemarin:

Hadirin jama’ah shalat khsusf, kita bersyukur mala mini dengan izin Allah kita bergerak dari tempat masing-masing untuk berkumpul di Masjid ini untuk melantuknkan do’a takbir, dan melaksanakan shalat khusus berjama’ah.

Pernahkan kamu mengira, bumi ini diam. Padahal bumi ini terbang setiap saat. Kenapa kita tidak merasa bahwa bumi ini bergerak?. Hal itu dikarenakan kita sedang berada dalam kecepatan yang super cepat, maka kita terasa sedang tidak bergerak. Alam semesta ini luar biasa besar.

Allahu akbar.

Gerhana ini terjadi karena adanya bumi yang menutupi matahari, sehingga cahanya bulan tidak terlihat seperti biasanya. Dalam galaksi kita, Matahari adalah bintang yang menjadi pusat utama. Namun, selain matahari diperkirakan masih ada 200 milyar bintang yang menyerupai matahari.

Mengamati besarnya alam semesta dengan adanya gerhana yang Nampak mala mini, selayaknya membuat kita sadar. Bahwa, kita sungguh kecil, jadi apalagi yang bisa kita sombongkan. Maka, mari bersujud kepada Allah. Sujudkan ilmumu kepada Allah. Sujudkan jabatanmu kepada Allah. Sujudkan kekayaanmu kepada Allah. Katakanlah hai Mumammad, Allah yang esa, yang “As-Shomad”. Satu-satunya tempat bergantung.

Tidak da kalimat yang baik kecuali membawa lebih dekat kepada Allah. Rahmat semua yang ada di bumi niscaya yang di langit akan merahmatimu. Apapun yang kita lakukan niatkan sebagai cara untuk mengingat Allah.

Mudah-mudahan Allah menjadikan dan meluruskan hati kita untuk bisa menjadi rahmat bagi sekitar. Mudah mudahan dengan kehadiran kita dalam sholat khususf mala mini membuat kita semakin sadar bahwa kita teramat kecil dan harus banyak-banyak bersyukur. Bachtiar

Foto: Layar Lebar untuk menampilkan fenomena gerhana bulan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here