Foto: bu Ami menunjukkan Bento buatan kelompok Virza

 

Bento, bekal makanan yang dibawanke sekolah atau ke tempat kerja. Itu tradisi di Jepang yang mengajarkan bagaimana meramu sebuah bekal menjadi menarik untuk dinikmati. Tujuan utamanya untuk anak, biar tertarik untuk makan atau sarapan.

Di SMA Muhammadiyah 1 Taman – Sidoarjo (SMAM1TA), bento ini dijual. Awalnya, siswa diminta untuk membawa bahan dan peralatannuntuk dijadikan bento di sekolah. Dengan sedikit melirik di media internet, siswa senang memperagakan atau praktik menghias bento, Senin (29/1/2018) lalu.

Dibawa bimbingan sensei Ikhuwan, guru bahasa Jepang yang juga lama belajar di Jepang, memberi bimbingan menghias dan kemudian menjual bento.

Tahapan penjualan kali ini, bapak ibu guru dan karyawan yang tidak membawa bekal ke sekolah jadi sasaran empuk siswa. “Ayo bu pak, ini bento dijual buat sarapan atau makan siang bapak ibu”, tawaran salah satu siswa.

Lihat saja, Virza kelas X IPS 2, dengan lihainya merayu bu Ami – sebutan akrab Aminatus – guru Bahasa Indonesia, terpikat membeli karyanya dengn harga 25.000.

“Di bentoku ada gayatin stiknya, kalau yang lain kan nasi. Punya saya kan ciri khas Jepang asli”. Kata gadis yang masuk Top 50 Indonesian Idol 2018.

Selain bu Ami, bu Erna, guru Fisika kelas sepuluh inipun juga jadi sasaran market siswa.

Foto: Bu Erna Menunjukkan bento karya siswa yang dibeli

Ini pembelajaran yang luar biasa, mengisah Bento kemudian dijualnya.Dwngan harga jauh lebih murah dibanding dengan bento-bento direstoran ternama. Emil

 

Bento karya siswa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here