Antara Pahala dan Mulia Jadi Guru

0
138
Foto: pak Nashiiruddin, guru bahasa Indonesia

 

Tidak hanya tampil rapi dari atas sampai bawah. Menjadi seorang pendidik tidaklah mudah. Sebenarnya guru bukan pilihan yang utama. Baik bagi laki-laki maupun ibu-ibu.

Selain itu, guru dituntut harus menjadi peran penting untuk siswa. Guru harus bisa merubah karakter peserta didik. Yang kurang baik bisa menjadi baik. Yang sudah baik harus bisa menjadi lebih baik lagi.

Baca Juga: Besar Harapanku Padamu Guruku

Melihat kejadian beberapa tahun yang lalu. Ada berita guru dipenjara karena melakukan kekerasan kepada siswa. Padahal berita tersebut belum tentu benar. Pada saat ini guru sangatlah berhati-hati kepada peserta didik. Hampir hukuman fisik tidak pernah dilakukan.

Baru saja diberitakan satu nyawa guru melayang oleh siswa. Penyebabnya guru menegur siswa karena tidak memperhatikan dan megganggu teman-temannya yang sedang mengerjakan tugas belajar.

Guru sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Tetapi siswa tersebut tidak terima dan sempat berkelahi dengan guru. Kelaspun menjadi ramai, dan perkelahian tersebut sempat dilerai siswa dan guru lainnya.

Sempat dibawa kedokter karena tidak sadarkan diri. Kondisi pasien didiagnosa mengalami MBA (Mati Batang Otak), semua organ dalam tubuh tidak berfungsi. Dan guru tersebut dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Anak

Teringat dulu waktu menjadi siswa. Saat itu, pernah dihukum akibat terlambat masuk sekolah. Sepulang sekolah saya menceritakan kepada orang tua saya. “Bu tadi saya sempat di hukum karena terlambat masuk sekolah” keluhku kepada ibu.

Sayapun langsung di tegur oleh ibu. “Makannya besok tidurnya jangan malam-malam biar tidak terlambat lagi.” Sahut ibu yang selalu memberi nasihat-nasihat manisnya.

Sungguh sangat berbeda sekali. Seharusnya orangtua juga tidak terlalu percaya kepada anaknya. Orangtua bisa menanyakan dulu kepada guru yang bersangkutan dan apapun itu bisa diselesaikan dengan kepala dingin.

Tidak hanya orang tua menuntut kepada guru. Supaya anknya rajin dan masuk ke perguruan tinggi Negeri. Peran Orang tua pun penting dan bisa percaya dengan guru.

Baca Juga: Mau Senyum Tandanya Kamu Bersyukur

Untuk menghindari hal yang tidak kita inginkan seperti itu, SMA Muhammadiyah 1 Taman – Sidoarjo (SMAM1TA) melakukan cara-cara preventife yang humanisme. Dan, mengkomunikasikan kepada orang tua terhadap perkembangan putranya melalui wali kelas. Bahkan, kelas-kelas parenting untuk wali murid juga dilakukan sekolah. Nashir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here