Ayo, Pelajari dan Waspadai Golongan Darah “O” itu

0
142
Foto: Ilustrasi golongan darah (tribunjogja.com)

 

Gejala kuning pada bayi atau disebut hiperbilirubinemia merupakan gejala klinis yang dialami bayi baru lahir. Kejadian ini bisa disebabkan karena perbedaan golongan darah antara ibu dengan bayi yang dikandungnya. Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Karakter golongan darah O dikenal tidak mau ‘berkawan’ dengan golongan darah lain.

Seperti yang kita tau orang dengan golongan darah O hanya bisa mendapatkan transfusi darah dari sesama golongan darah O dan tidak bisa menerima golongan darah lain. Sifat ini pun terbawa ketika seorang perempuan bergolongan darah O sedang mengandung. Karena menolak golongan darah lain, jika janin yang dikandung perempuan O memiliki golongan darah non-O (A, B, atau AB) maka akan terjadi reaksi antigen (penolakan) pada darah ibu ke darah anak yang dikandungnya. Kondisi ini bisa mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah bilirubin pada janin.

Selama proses kehamilan, darah ibu mentransfer nutrisi dan oksigen untuk bayi melalui tali pusar. Jika terjadi perbedaan golongan darah antara ibu dengan janin yang dikandung, maka darah ibu akan membentuk antigen, sehingga terjadi suatu reaksi antigen. Kondisi ini yang kemudian menghancurkan sel darah merah  janin.

Perempuan bergolongan darah O berpotensi lebih besar melahirkan bayi dengan hiperbilirubinemia dan potensi mengalami komplikasi berat. Dimana bilirubin yang tidak larut dalam lemak akan menempel di otak sehingga mengakibatkan terjadinya kerusakan otak secara permanen, serta berujung kematian.

Sebenarnya hiperbilirubinemia pada bayi dapat terdiagnosis sejak awal dengan mengetahui golongan darah pada perempuan sejak masa kehamilan. Jika ibunya O sedangkan bapaknya non-O dan ternyata melahirkan anak non-O maka perlu dilakukan deteksi dini sehingga jika terdapat masalah saat kelahiran bisa langsung diatasi, salah satunya adalah dengan transfusi darah seluruhnya.

Walaupun masyarakat menganggap bayi kuning adalah hal wajar, namun tidak semua bayi kuning dianggap normal. Jika kadar bilirubin terlalu tinggi sementara tidak mendapat penanganan yang tepat, maka dapat memicu terjadinya kernikterus atau komplikasi berat. Dampak dari komplikasi ini  dapat mengganggu sistem saraf otak secara permanen.

Sudah saatnya para calon ibu dan ayah untuk lebih memperhatikan hal – hal sepele seperti perbedaan golongan darah sehingga kelainan seperti ini semakin bisa dicegah sejak dini dan semakin optimal kualitas hidup para bayi ke depannya. Amel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here