Foto: Abu Taqi (kanan) memaparkan memaparkan materi dihadapan ratusan siswa SMAM1TA

 

Abu Taqi Machiky Mayestino TrionoSoendoro, atau biasa dikenal Abu Taqi, memberikan pencerahan terkait Hari Valentin yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang, dan itu tidak ada dalam ajaran Islam.

Abu Taqi memaparkan di depanntatusan siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Taman – Sidoarjo (SMAM1TA), Senin (12/2/2018) siang di aula masjid Manarul Ilmi SMAM1TA.

Ia menjelaskan, hari valentin sendiri berasal dari ajaran Romawi Kuno yang menganut agama Kristen Katolik. Valentine’s day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan kesyirikan, valentin dijadikan ritual agama nasrani bertepatan dengan matinya St. Valentine, valentin dijadikan hari penghormatan kepada tokoh nasrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta, pada perkembangannya di zaman modern saat ini perayaan hari valentin disamarkan dengan dihiasi nama “Hari Kasih Sayang”.

Banyak kalangan merayakan hari valentin sebagai hari kasih sayang. Hal ini sangat memprihatinkan, yang bertolak belakang dengan ajaran Islam yang menjadi agama kita sekarang.

Sungguh ironis, kondisi umat Islam saat ini. Seolah-olah menutup mata, meskipun kita sudah mengetahui hal itu semua. Kerusakan yang terjadi ketika merayakan hari valentin antara lain: meniru-niru orang kafir dan menghadiri perayaan orang kafir berarti bukan ciri orang yang beriman.

“Kasih sayang dapat kita lakukan setiap hari dengan menyayangi orang tua dan adik serta menaati segala yang diperintahkan oleh orang tua”, jawab Aliffian, setelah Ustadz Abu Taqi mengajukan pertanyaan.

Setan akan menggoda dari berbagai arah termasuk ikut merayakan hari valentin. Marilah kita instropeksi diri agar segala tindakan yang kita lakukan terhindar dari perayaan hari valentin. Ikà P

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here