Foto: Nufah (kaos biru) berusaha untuk merebut bola dari lawan

 

Klub besar Persebaya Surabaya secara resmi telah memulai kompetisi internal untuk musim 2018. Ajang yang dikenal Kompetisi Internal Persebaya itu telah dibuka oleh presiden klub Persebaya Asrul Ananda di Lapangan Persebaya Karanggayam. (sumber website resmi official persebaya).

Musim ini, kompetisi internal Persebaya diikuti 20 klub seperti musim lalu yang terbagi dalam 2 kasta, yakni kasta serie A dan Serie B. Melalui kompetisi ini diharapkan akan lahir talenta muda yang akan menjadi pemain persebaya dan timnas Indonesia

M. Nurfah Ahadiansyah , pelajar yang duduk dikelas XI IPS 2 SMA Muhammadiyah 1 Taman adalah salah satu dari peserta yang mengikuti kompetisi internal persebaya. Bersama dengan klub Maesa dia mengawali pertandingan perdananya melawan Farfaza pada Selasa, 13 Februari 2018 dengan skor imbang 1-1. Meskipun berhasil menahan imbang, Nurfah tidak lantas berpuas diri . “Saya tidak cepat berpuas diri dengan hasil ini, terus berbenah karena perjalanan sepak bola ini masih panjang”, ujar Nurfah.

Pelajar kelahiran Sidoarjo, 31 Desember 2000 ini pun menceritakann awal mula bagaimna dia terjun di dunia sepak bola. “Awal mula saya main sepak bola itu pada saat saya masih kelas 3 SD ditahun 2009. Saya memulai menimba ilmu sepak bola di Sekolah Sepak Bola ( SSB) rokets ketegan yang merupakan ssb di kampung halaman saya sendiri, disitu saya mulai diajarkan bagaimana bermain bola dengan baik.” Terang Nurfah. Putra pasangan dari Fahrun Nizam dan Nur Aini ini juga mendapat dukungan penuh dari kedua orang tua untuk berkiprah di dunia sepak bola.

Memang , pesepak bola profesional tidak dilahirkan begitu saja, mereka lahir dari proses panjang latihan dan ditempa melalui berbagai macam pertandingan. Selain keluarga, dan masyarakat, dukungan penuh dari pihak sekolah juga menunjang keberhasilan peserta didik untuk dapat berkiprah menjadi atlet sepak bola professional. W. Murti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here