Foto: Sabrina (tengah) seusai memberi paparan ke siswa kelas XII

 

Sabrina Holl, Excange Participant AIESEC berasal dari Jerman memberi bekal ke siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 1 Taman – Sidoarjo (SMAM1TA) Senin, (19/02/2018) pagi.

Ia memaprkan bebrapa pengalamannya kali pertama datang di Indonesia. “Beberapa guru dan juga Kepala Sekolah menunggu saya di Bandara kala itu, Selasa (13/02/2018) lalu. Semuanya senang dan tersenyum gembira saat melihatku”, katanya.

Sabrina -panggilan akrabnya- memberikan bekal kepada siswa yang hadir di AULA Manarul Ilmi itu, sebelum berangkat belajar ke luar negeri nantinya. Pertama, harus dipersiapkan adalah, mengetahui kondisi Negara yang akan dituju. Mulai dari makanan, budayanya, agmanya, kondisi sosial dan politik, watak masyarakatnya, hingga keuangan.

Kemudian, Ia berpesan untuk tidak takut bepergian sendiri keluar negeri. “Disana, kita tidak akan sendirian, punya teman baru, punya saudara baru, lingkungan yang baru, dan tentunya, kamu akan belajar juga tentang budaya Negara yang kamu tuju”. Pesan Sabrina.

Ia juga menambahkan, “Masa, kamu kalah sama saya”, imbuhnya.

Selan itu, Zulfa Anida, siswi kelas XII IPA 3, mengungkapkan, bahwa guru tamu yang hadir membuatnya mampu mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris. “Dengan hadirnya Sabrina, sangat membantu saya mengembangkan potensi berbahasa Inggris. Selain itu, motivasinya agar kami tidak takut ke luar negeri, baik sekedar jalan-jalan maupun melanjutkan study ke Universitas diluar sana”, Ungkapnya.

Sebagai Public Relations of SMAM1TA, Muh. Mu’ad Sahlan, S.Pd, menyimpulkan, kegiatan ini adalah bagian tahapan untk kesekian kalinya, dalam upaya menginternasionalisasikan SMAM1TA. “Memberikan wawasan internasional sangat diperlukan, supaya siswa bermental Internasional artinya nereka tidak gagap, ketika berhadapan dengan orang asing, terutama dari Eropa. Yang terpenting, mereka harus percaya diri.” Simpul Mu’ad saat membeberkan kegiatan sekolah.

Muad juga menambahkan, “Siapa tahu diantara mereka ada yang mau melanjutkan pendidikan ke luar negeri, atau yang dikenal dengan overseas study.” Imbuhnya. EMIL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here