Foto: Siswa kelas X menyusun tumpukan botol plastik jadi ECOBRICK

 

Keberanian pelajar SMA Muhammadiyah 1 Taman-Sidoarjo (SMAM1TA) dalam hal sulap menyulap sampah, tidak bisa diremehkan.

Rabu, (21/02/2018), siswa SMAM1TA membuat ECOBRICK, artinya, mengunci sampah plastik ke dalam botol plastik bekas. Kemudian dirangkai jadi sebuah karya yang bermanfaat.

Setelah semua sampah plastik terkunci, kemudian botol-botol bekas itu direkatkan menggunakan lem tembak. Ditambah rekatan isolasi dibagian luarnya. Bim-salabim, bukan sulap bukan sihir!!!, ratusan botol plastik bekas itu disulap jadi meja, kursi, rak, keranjang sampah dan alas tidur sederhana.

572 siswa SMAM1TA mengumpulkan botol air mineral plastik, yang sudah terisi sampah plastik kering untuk dibawa ke sekolah untuk dijadikan ECOBRICK.

Kali ini, 21 Februari diperingati sebagai hari Peduli Sampah Nasional oleh Kementrian Lingkungan Hidup. Berawal dari cerita, longsor sampah di Leuwigajah, Jawa barat 2005 lalu.

Nurul Musdzolifah, waka kesiswaan SMAM1TA mengatakan, “Kita ingin mengadakan kompetisi Ecobrick, dalam rangka memperingati hari peduli sampah nasional“, katanya saat mendampingi siswa kelas sepuluh berkompetisi.

Ia menjelaskan, kita ini sudah terlalu banyak sampah. Sebagai generasi muda, harus peduli dengan sampah yang begitu banyak. Dengan Reuse, Reduce, dan Recycle inilah, Ecobrick kita kompetisikan.

Nurul juga mengatakan, “Tidak banyak sekolah yang melakukan kegiatan seperti ini. Semoga, agenda Peduli Dengan Sampah yang dilakukan siswa SMAM1TA, bisa menginspirasi kita semua, untuk tidak buang sampah sembarangan, khususnya sampah plastik.” Pungkasanya. Emil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here