Foto: Sabrina Holl diacara perpisahaannya

Nampak merasa kehilangan ketika harus mengucapkan selamat tinggal. Karena Waktu enam minggu sudah mampu membuat dirinya merasa menjadi bagian dari keluarga SMA Muhammadiyah 1 Taman-Sidoarjo (SMAM1TA). Kebersamaan yang sudah dibangun selama ini mampu mengikat erat hatinya untuk betah di Indonesia.

Namun bagaimanapun, dia harus pulang untuk menyelesaikan S.2-nya, di Jerman. Perasaan haru, sedih Sabrina  Holl, volunteer AIESEC Surabaya ini terus nampak dengan ucapan “Good bye”, kepada warga SMAM1TA. “I will be difficult to to forget you, and Thanks for everything, / Aku akan sulit melupakanmu, dan terima kasih semuanya,” Imbuhnya.

Suasana mengaharukan itu nampak terasa ketika harus saling berjabat dan saling peluk, diagenda farewell party, atau perpisahannya Selasa, (26/03/2018). Ada tetes air mata sedih disini. Sabrina juga menucapkan terima kasih kepada warga SMAM1TA, sudah mau menerima dirinya untuk mau belajar tentang kebiasaan, dan budaya masyarkat disini.

This is a very useful lesson for me to learn about many new things in SMAM1TA especially challenging a privacy, and a way of respecting and others / Ini adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi saya untuk belajar tentang banyak hal baru di SMAM1TA terutama tantang sebuah keramahan, dan cara menghormati dan menghargai orang lain,” ungkap Sabrina di hadapan guru dan siswa SMAM1TA.

Bagi Sabrina, ini merupakan pengalaman yang benar-benar berbeda yaitu, ternyata menjadi guru adalah sebuah tugas yang sangat menyenangkan, karena bisa berinteraksi dengan banyak orang.  hal yang begitu berkesan bagi Sabrina adalah, murid SMAM1TA yang kental dengan budaya  Senyum, Salim, dan Sapa.

Dia begitu terpesona karena di merasa sangat dihargai oleh warga SMAM1TA. Terutama  siswa, yang tiap kali bertemu selalu berjabat tangan lalu mencium tangan sebagai rasa hormat kepada gurunya. “Sikap ini tentu saja sangat berbeda dengan budaya siswa di Jerman, ketika bertemu dengan guru disekolah / This attitude is of course very different from the culture of students in Germany, when meeting with teachers at school,”  pungkas mantan pemain woman soccer, SV Kulmain – Jerman. Muad/Emil