Foto: Ika P (kiri) dan Sabrina (kanan) saat piket guru di sekolah

 

Tuntutlah ilmu walau ke negeri China. Sepertinya, pepatah tersebut sangat cocok sebagai motivasi kita semua untuk belajar hingga ke luar negeri.

Sabrina sapaan akrabnya telah mengajar di SMAM1TA selama 1,5 bulan. Dia merupakan seorang figur yang luar biasa. Meskipun masih muda, dari kisah perjalanannya ke Indonesia bisa menginspirasi kita semua bahwa sebagian besar dari hidupnya adalah untuk belajar. Belajar yang dimaknai dengan belajar tidak hanya dibatasi kapan dan dimana. Tetapi, belajar itu survive dan dimanapun tempatnya. Dia harus bisa menyesuaikan dirinya dengan kondisi dan tempat ketika bukan berada di negaranya.

Di sela kegiatannya di SMAM1TA menurut Sabrina yang tak kalah pentingnya, pengalaman adalah hal yang sangat berharga. Dengan latar belakang pendidikan yang sama di bidang ekonomi, Ika sebagai guru ekonomi sering sharing bersama Sabrina mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bidang ekonomi antara di Indonesia dan Jerman. Sabrina juga sering bercerita tentang pengalamannya baik di bidang pendidikan dan pekerjaannya di perusahaan.

Selain sebagai tamu asing dari Jerman, Sabrina sama hal nya dengan pribadi yang mempunyai keinginan dan harapan. Gadis Jerman yang mempunyai hobi makan bakso ketika di Indonesia mengatakan bahwa semua orang di SMAM1TA sangat ramah dan baik. Hal ini tidak sama dengan di negaranya, orang akan tersenyum dan menyapa hanya pada teman yang akrab saja.

Gadis kelahiran di Kemnath, Jerman 24 tahun yang lalu juga bercerita bahwa ibunya selalu meneleponnya ketika dia berada di Indonesia dan memberikan nasihat-nasihat positif pada dirinya. Ini juga merupakan motivasi bahwa sebagai orang tua selalu berpikiran sama dan dimanapun tempatnya selalu mengontrol setiap aktifitas yang dilakukan oleh anaknya.

Selama berada di Indonesia, dia tidak melewatkan kesempatannya untuk traveling ke tempat lain. Di hari libur Sabtu dan Minggu, dia pergunakan waktunya untuk pergi ke Bali, Bromo, Lombok dan Jogja untuk melihat Candi Borobudur. Meskipun dirasa melelahkan tapi dia selalu merasa bahagia dan tersenyum. Itulah, yang perlu kita contoh. Meskipun lelah berusaha untuk selalu tersenyum dan ramah pada semua orang sehingga kita merasa ikhlas dalam melakukan segala hal dan selalu bersyukur.

Pertukaran pelajar antar negara pun sudah dimulai di SMAM1TA. Selain itu, harus bisa menyaring semua pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia begitu juga sebaliknya. Sabrina mengucapkan “thank you for everything” di akhir kalimat perpisahannya di SMAM1TA kepada semua warga sekolah. Ika P