foto: Basori AT, tengah, bersama tim SMAM1TA

 

Masih terkesan betul, aktivitas ke-IPM-an Kepala Desa Sambibulu kecamatan Taman, Basori AT, ketika duduk di bangku SMA Muhamamdiyah 1 Taman-Sidoarjo (SMAM1TA). Banyak kesan dan banyak pula perbedaan ketia ia sekolah dulu, dengan saat ini.

Basori merasakan betul perbedaannya, “Jelas beda, kalau dulu sekolahan saya kayak (seperti) kapal. Karena tidak ada cat-nya, cuma tembok saja,” Kata Basori dalam ingatan SMAM1TA dahulu. “Nah, kalu sekarang, jelas jauh berbeda. Lantai delapan sekolahannya, dan sangat bagus,” katanya, saat mengunjungi stand Expo Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah (AUDIKMA) milik SMAM1TA di Atrium Mall Cito Surabaya, Minggu, (01/04/2018) lalu.

Ia juga teringat, jika sekolahaannya dulu sering banjir saat hujan turun. “Sekolahan saya dulu banjir terus, sekarang sudah ndak pernah banjir,” terang lulusan SMAM1TA tahun 1987 itu.

Ketika di tanya, kontributor SMAM1TA, apa yang diingat waktu sekolah dulu, adalah sekolah apa adanya. “Pokoknya, sekolahan dulu ya apa adanya. Tanpa tekel (lantai keramik), masih berupa tanah lantainya. Dan saya berkesan betul, SMA Muhammadiyah 1 Taman dulu kalau Darul Arqom itu Sepuluh hari, tapi sekarang cuma tiga hari. Ditaruh di sekolahan saja, dan bermalam selama itu.” ingatnya saat pelaksanaan darul arqom.

Berbagai materi yang diberikan sekolah pada saat darul arqom itu, mulai dari Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan lainnya. “Jadi itu, pembinaan mental betul buat saya. Hingga materi renungan, dan sebagainya.” Tandasnya.

Basori, juga mengingat pelajaran apa yang masih bisa diterapkan saat menjadi kepala desa sekarang. “Saya sejak kelas satu (sekarang kelas X), sudah aktif di kegiatan IPM sekolah. Jadi, makanya, pengetrapan ilmu yang ada disekolahan, ya diorganisasi itu. Makanya, kalau anak-anak aktif diorganisasi, manfaatnya akan terasa betul ketika dewasa seperti saya sekarang.” tutur kepala desa yang juga owner perlengkapan alat-alat pesta, Idola.

“Satu kata dari saya buat SMA Muhammadiyah 1 Taman, Harus lebih Maju,” pungkasnya. Emil