Siswa SMAM1TA, Ubah Limba Kulit Pisang Jadi Selai

0
14

Foto: Afiyah (kiri), Wulan (kanan)

 

Limbah kulit pisang ditangan siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman – Sidoarjo (SMAM1TA), disulap menjadi selai yang enak dinikmati. Kulit yang terbuang percuma ini, ternyata dapat diolah menjadi selai kulit pisang, atau Sekupi.

Afiyah Nikmah kelas XI MIA 3, dan Putri Wulan XI MIA 3, siswa SMAM1TA ini, perlu buat selai sendiri dari pada beli di sumermarket atau minimarket. “Soalnya, kita nyarinya yang beda trus murah juga. Kaloupun di minimarket kan harganya ya agak mahal sih. Kalo dari kulit pisang murah cuma butuh beli gula saja sama mungkin varian rasa nya.” kata Fia – sapaan Alfiyah di sekolah.

Afiyah dan Putri, mengolah kulit pisang ini di sekolah. tidak membutuhkan waktu lama. “Kurang lebih, tiga puluh menit kami mengolah.”, ujar Fia saat ditemui di laboratorium biologi SMAM1TA, Rabu, (11/04/2018).

baca: Sulap Sampah Plastik dengan Ecobrick

Kemudian, bagaimana cara mengolahnya. Fia mengatakan, pertama ambil Kulit pisangnya yang cuma bagian dalamnya saja, yang berwarna putih. Kedua, bagian dalam kulit pisang tersebut dimasukkan ke blender, dan ditambah air. Dengan perbandingan 2:1, dan diblender sampe halus. Ketiga, setelah halus, kemudian dimasak di wajan.

Ke tiga, tambahkan gula, daun pandan, kayu manis secukupnya. itu semua sesuai selerea masing-masing. Keempat, aduk terus sampai mengental. Dan kelima, dinginkan, ketika sudah dingin, baru bisa dimasukkan dalam kemasan.

Ide pembuatan selai kulit pisang ini, dari mereka sendiri. “Awalnya, kulit pisang itu banyak banget dibandingkann sama kulit buah yang lain. Trus, pisang yang digunakan buat pedagang rata rata cuma pisangnya saja, kulitnya, dibuang.” kata Fia.

Rekan Fia, Wulan mengatakan, semua jenis pisang bisa digunakan kulitnya sebagai selai, “semua jenis pisang, kulitnya bisa kita pakai. Tapi kita kali ini, kita pakai yang benar-benar melimpah. yaitu pisang kepok”, ujar Wulan.

Dalam 1 botol kemasan 300 gram, sekitar lima belas kulit pisang yang bisa kita jadikan selai.

Karya mereka ini aka dipaparkan di beberapa sekolah di Singapura dan Malaysia Senin-Jum’at (16-20/04/2018) mendatang. Dalam rangka program Exploring Global Mind SMAM1TA tahun 2018, bersama 3 rekan lainnya. Yaitu
Dahlia Normala, Rafliyansyah, dan Hildan Yuqdha.

baca juga: Artis Nasional beli Karya siswa SMAM1TA

Waka kesiswaan SMAM1TA, Nurul Musdholifah, M.Pd.I, berharap karya ini akan di patenkan. “Karya mereka ini, akan kami daftarkan di BPOM dan MUI, untuk mendapatkan sertifikat layak konsumsi dan label Halal,” Pungkas Nurul yang juga pembina Exploring Global Mind 2018. Emil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here