Menurut prediksi FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian PBB) tahun 2050 populasi global terus bertambah, sedangkan kondisi pangan atau sumber daya lahan akan menyusut atau krisis pangan. “Maka, dimasa depan generasi berikutnya akan mengalami tantangan lebih berat daripada generasi sekarang,” Terang Ustadz Syaifudin Direktur Kolej Islam Muhammadiyah Singapore, Kamis (19/04/208).

Hal itu, disampaikan kepada rombongan SMA Muhammadiyah 1 Taman – Sidoarjo (SMAM1TA), dan SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAM-X) saat berkunjung di Kolej Islam Muhammadiyah Singapore, no 17 A Geylang Lorong 13 Singapura. Salah satu sekolah tinggi Muhammadiyah di sana.

 Baca juga: Pelajar SMAM1TA belajar packaging bersama SMAK Syarifah Rodziyah

Syaifudin juga menerangkan, “Sekarang ada telur buatan, dimana telur tersebut memang dibuat dalam rangka memenuhi pangan dengan tidak mengurangi kadar protein seperti telur yang asli.” Tutur direktur Kolej Islam Singapura.

Bukan hanya telur, tetapi daging dan sayur-sayuran, dimana sekarang proses uji laboratorium. Bahwa, makanan dimasa depan dalam bentuk kapsul yg bisa langsung dimakan.

Selain makanan, contoh lainnya didunia pendidikan, adalah tenaga guru akan tergantikan guru hologram. Dan sekarang di Singapura sedang dikembangkan taxi tanpa driver, atau disebut otodriver. Sehingga, sudah tidak membutuhkan lagi tenaga manusia.

Ustad Syaifudin berpesan pada smua pelajar-pelajar Muhamnadiyah untuk menjadi generasi-generasi seperti
Muhammad Al Fatih, usia 25 tahun menjadi panglima perang kerajaan Turki Utsmani yang berhasil menaklukkn kekaisaran Romawi.

“Kami yakin, pelajar-pelajar Muhammadiyah diharapkan bisa menjadi pelopor dan tonggak peradaban dunia,” pungkasnya. Nurul M.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here