Penulis : Putri Wulan Cahyani
Kelas : XI MIA 3

Tidak sengaja saat pulang sekolah, saya dan teman saya seperti biasa berjalan menuju tempat parkir sekolah. Namun langkah ini tiba-tiba terhenti ketika melihat seorang Bapak terduduk lemas di trotoar, Rabu (25/03/2018). Kami pun menghampirinya, ternyata beliau berjualan permen gulali ala jaman dulu.

Kamipun memutuskan untuk membeli, dalam benak hati merasa kasihan melihat seorang bapak tua renta masih dijalan untuk mencari uang. Dengan permen yang masih utuh di wadahnya, serta hanya membli permennya cara kami membantunya.

Sayapun memberanikan diri dengan bertanya-tanya dengan Bapak itu.

Ini permennya berapaan pak?“, Tanyaku dengan penasaran.

Lima ratusan nak“. Jawabnya.

Sungguh, saya terkejut karena bapak ini menjual permen semurah itu.

Setelah saya memutuskan untuk membeli permen, saya lanjutkan untuk bertanya,

Bapak rumahnya dimana?“, lanjut tanyaku

Rumah saya di Kalijaten“. Jawabnya dengan nada santai.

Oh, dalam hati saya tenang karena Bapak ini berjualan di sekitar tempat tinggalnya.

Sayapun melanjutkan ke pertanyaan.

Bapak punya anak berapa? Ndak di ajak tinggal sama anaknya to?“, dengan penasaran itu, saya memberanikan diri bertanya.

Saya punya tiga anak, sudah berumah tangga semua dan tinggal di Surabaya. Kadang suka main kesini, kalau kesini ya saya di jajanin. Saya jualan permen karena ndak mau merepotkan anak saya, saya ingin cari uang sendiri karena istri saya sudah meninggal,” tegas Bapak penjual gulali itu menjawab.

Mendengar penuturan bapak tersebut, saya merasa sangat prihatin. Dengan keadaan yang sudah renta dan mata katarak, Bapak ini masih gigih untuk mencari nafkah agar tidak merepotkan anaknya.

Jika orangtua seperti itu, akankah kita sebagai anak tetap membangkang orang tua?

Akankah kelak kita akan lupa atas pengorbanannya?

Orangtua kita, adalah sumber pengharapan kita, mereka adalah sumber kekuatan kita. Semua pencapaian kita atas dasar Ridho orang tua. Merekalah yang terbaik untuk kita.

Hingga saat ini, apa yang sudah kita berikan untuk orang tua?

Baca Juga: Awas Kena Denda Memandang Orang Lama-lama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here