Kabar duka datang begitu cepatnya. KH. Abdul Razak Abdul Ghani, Wafat di Rumah Sakit Siti Khadijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang pukul 05.00, kabar cepat itu langsung beredar melaui group WhatsApp.

Pria kelahiran Sidoarjo, 21 April 1960, harus menghembuskan nafas terakhir, Jum’at (27/04/2018) sekitar pukul 05.00 pagi seusai shalat subuh.

Hj. Siti Fatimah Said, istri almarhum menceritakan, setiap pagi almarhum selalu berjama’ah dimasjid Al Manar. Tapi untuk pagi ini, waktu isteri almarhum mau ke musollah, sempat menyampaikan pesan kalau tidak ke Al Manar, karena kurang enak badan.

Selepas dari Mushollah, isteri mengatakan, Ustadz sudah tidak sadarkan diri. Kemudian istri Almarhum menelpon pak Gasim, dan kemudian disambungkan pak Abdul Karim Baisa (sekretaris PCM Sepanjang). Dan segera dibawa ke RS Siti Khodijah, kurang lebih ada 5 perawat dan beberapa dokter. sudah di pompa jantung tapi sudah tidak tertolong lagi.

Ustad Ghoni – sapaan akrabnya, sementara di semayamkan di rumah duka, Mangunan II no. 35 RT.02 RW.02 Sepanjang – Taman.

Almarhum akan di Shalatkan seusai shalat Jum’at, dan Insya Allah di pimpin Ketua Umum PP. Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir. “Insya Allah nanti pak Haedar yang akan mimpin sholat Jenazah, di Masjid Al-Manar Sepanjang,” terang Fityan Izza Noor Abidin, bendahara PCM Sepanjang.

Selain itu, Ketua Cabang Pemuda Muhammadiyah Sepanjang, Edwin Yogi, merasa sangat kehilangan. Sosok ustadz yang sering mengajak Edwin ceramah, terutama ketika almarhum diundang ke luar kota.

“Aku sering dinasehati sama ustadz Ghoni mas. Di suruh jadi orang yang Sabar, dan beperpesan untuk selalu mengingat Allah dimana saja berada,” kata Yogi, sapaannya.

Almarhum sering berpesan di setiap ceramahnya, mengajak para jama’ah untuk selalu memperhatikan dan mengutamakan tetangga. Karena tetangga adalah yang selayaknya kita perhatikan paling utama, tertutama memperhatikan isi perutnya (makan). Emil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here