Foto: Ediyanto, penerima beasiswa S3 Hiroshima University

Wujudkan cita-cita dengan BEASISWA, adalah salah satu cara menjadi anak bangsa yang lebih baik. Bagaimana bisa, karena untuk mendapatkan beasiswa study ke luar negeri butuh waktu, dan butuh proses, bukan instan yang datangnya tiba-tiba. Tapi, banyak jalur yang bisa ditempuh untuk mendapatkannya.

Edi, panggilan akab Ediyanto, penerima beasiswa S3 di Hiroshima University berbagi kiat sukses kepada ratusan pelajar kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Taman-Sidoarjo (SMAM1TA), Selasa (24/07/2018).

Edi yang belum genap seminggu, pulang dari Jepang, mengajak siswa SMAM1TA untuk mewujudkan cita-cita anak bangsa dengan beasiswa.

Keinginan Edi untuk belajar ke Jepang sudah diinginkan sejak kecil. Sejak tahun 2014 lalu, Edi berusaha mencari beasiswa ke Jepang. “Alhamdulillah, saya awal tahun 2017 lalu, baru diterima di Hiroshima University – Jepang”. Kata Doctor candidate of Hiroshima University dihadapan pelajar SMAM1TA.

Edi menambahkan “Dan Insyaallah judul disertasi yang akan saya tekuni adalah Inclusive Education and Science Education”. Imbuhnya.

Bulan Februari 2018 lalu, Edi menjadi koordinator lapangan dalam kegiatan penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa oleh Hiroshima university untuk bidang Peace ande Develompent kepada Wakil Presiden Republik Indonesia 2014-2019, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla.

Edi menegaskan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapat beasiswa belajar ke luar negeri. Pertama, Nilai harus maksimal, Sertifikat penghargaan, Sertifikat kemampuan bahasa asing, Surat Rekomendasi dari profesor Jepang, dan, Essay sebagai salah satu persyaratan perngajuan beasiswa.

SMAM1TA sudah mulai untuk menjajaki kerjasama dengan pendidikan di Jepang. Salah satunya, mengadakan MOU dengan Waku Pro, lembaga Riset yang ada Di Hiroshima University. “Harapannya, ini sebagai salah satu jembatan antara SMAM1TA dan Hiroshima University”. Ujar Drs. Zainal Arif, kepala sekolah. Emil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here