Walau Sempat Asam Lambung Naik, Ustadzah Amel Masuk 10 Besar Lomba

0
18

ustadzah Amel, terima special Award.

 

Perasaan yang tidak menentu, dan baru pertama kali ikut lomba Inovasi Media Pembelajaran yang diadakan oleh Majelis Dikdaskmen PWM Jatim, Muhammadiyah Education Award 2019 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (08/08/2018) membuat Ustadzah Amel mules, dan asam lambungnya naik.

Ustadzah Amel, panggilan Amelia Mahmudah, S.Si., sempat grogi saat presentasi. Ketika penjurian di babak 10 besar, was was itu sempat muncul. Sampai lupa, juri tidak diberi kesempatan melihat komik karyanya.

Ustadzah yang gemar traveling di pegunungan ini, membuat karya inovasi media belajar berjudul Pengembangan Media Komik BIORE (Biologi Reproduksi). Berbantuan LDS Complete Sentences, untuk kelas XI IPA di SMA Muhammadiyah 1 Taman (SMAM1TA).
Bagi dia, reproduksi itu hal yang sangat menarik untuk dibahas. Apalagi di usia remaja atau SMA. Maka dari itu, jika siswa mendengar materi tentang reproduksi, pasti tertarik.

Tapi ternyata, kalau dalam mata pelajarannya, anak-anak itu merasa kesulitan. Karena dalam hal reproduksi ini ada dua bab, yaitu reproduksi laki-laki, dan reproduksi perempuan. Dari itulah, kenapa dia ambil materi reproduksi dalam lomba inovatif media pembelajaran.

Juri menyarankan, untuk bisa dikembangkan pada bab yang lain. Kemudian, karena sekarang semua berbasis teknologi, untuk itu, komiknya bisa dijadikan komik online atau yang lainnya. Tetap komik, tapi berbasis IT.

“Baru pertama kali ini saya ikut lomba, dan Alhamdulillah bisa masuk 10 besar. Background saya sebenarnya Sains, kemudian diminta ikut lomba bidang pendidikan. Ini rasanya sesuatu banget. Karena pengalaman pertama kali.” Terang Ustadzah yang mengagumi drama-drama korea.

Amel juga mengucapkan terima kasih untuk Ustadz Bachtiar, patner guru biologi di SMAM1TA juga yang membantu dalam penulisannya. Serta Ustadzah Irma dan Nurul, yang sedikit memaksa untuk ustadzah Amel ikut lomba ME Award 2018 ini.

“Terima kasih juga, untuk ustadz Zainal Arif, yang mendorong saya untuk bisa, berani, serta memberi kesempatan saya lomba mewakili sekolah (SMAM1TA).” Pungkasnya. Emil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here