Mendikbud RI Prof. Muhadjir Effendy saat menyapa kader Tapak Suci Smamita

Mendikbud, Prof. Muhadjir Effendy, MAP.

Enam karakter yang harus tumbuh pada diri siswa, termasuk juga di sekolah adalah Read (membaca), Write (menulis), Arithmetic (berhitung), Atitude (akhlaq), Esthetic (keindahan), dan Kinesthetic (kinestetik) untuk mengasah otot siswa.

Otot, bisa di bagi menjadi dua jenis, yaitu otot halus dan otot kasar. Seperti apa otot halus itu, yaitu, penguasaan untuk melatih otot dalam pekerjaan yang ringan-ringan oleh siswa untuk dilakukan di sekolah. Seperti, membuat pekerjaan tangan, bermain musik, melukis, dan sebagainya.

Kemudian, untuk otot kasar, adalah dengan bermain atau berolah raga yang membutuhkan tenaga yang cukup besar. Seperti sepak bola, futsal, voly, basket, badminton, pencak silat, dan sebagainya.

Hal itulah disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud), Prof. Muhadjir Effendy, MAP., untuk meningkatkan mutu siswa, ketika memberikan motivasi pendidikan di SMA Muhammadiyah 1 Taman – Sidoarjo (SMAMITA), Ahad (19/08/2018).

Baca: Mendikbud dan Ketum PP Muhammadiyah resmikan Gedung Smamita Tower

 

Untuk mengejar target PISA (Program for International Student Assessment). Yaitu, program penilaian tiga tahunan, untuk menguji performa akademis anak-anak sekolah berusia 15 tahun, dan penyelenggaranya dilaksanakan oleh Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD), (sumber:wikipedia), atau mungkin sering kita mengenalnya dengan Ujian Nasional. Mulai tahun ini (2018), semua sekolah diseluruh Indonesia, sudah pakai HOTS (Higher Other Thinking Skills), yaitu, cara berfikir kritis untuk mencapai 4 C, Kemampuan Critical Thinking (beripikir kritis), Communication Skill (kemampuan berkomunikasi), Creativity (kreatifitas), dan Collaboration (kolaborasi).

Baca juga: Mendikbud fasih ber-Qasidah

Mendikbud berpesan, Sekolah Muhammadiyah itu bisa menjadi contoh bagi sekolah yang lain. Jangan sampai nanti terkena zonasi, ada sekolah Muhammadiyah yang tutup. Supaya tidak tutup, harus melompat diatasnya negeri. Fasilitasnya lengkap, dedikasi gurunya juga bagus, kualitas gurunya terus terjaga, ditingkatkan terus menerus. “Itulah etos kerja Muhammadiyah, yang berkemajuan. Kalau maju ya terus, tidak boleh berhenti untuk melakukan inovasi perbaikan-perbaikan.” Pesan Mendikbud yang juga mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Baca juga: Mendikbud sarankan sekolah favorit tak ikuti system zonasi

Ia juga mengucapkan terima kasih, atas undangan yang diberikan dari Smamita untuk pereasmian gedung Smamita Tower itu. “Mumpung ada pak Purwadi, silahkan konsultasi, misalnya untuk perpustakaan, ini harus sudah e-Library, terkoneksi dengan perpustakaan kemendikbud, dan perpustakaan nasional.” Pesannya.

Lebih lanjut, Mendikbud juga minta kepada Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas (Direktur P. SMA) Drs. Purwadi Sutanto, M.Si. itu, untuk melakukan pembinaan di Smamita. “Saya mohon ke bapak Direktur P. SMA, untuk bisa mengadakan pembinaan untuk SMA Muhammadiyah 1 Taman ini.” Kata Menteri Muhadjir.

Baca juga: Studi banding itu harus perhatikan tiga T

Kemudian, untuk guru, Mendikbud juga minta kepada Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Dr. Supriano, M.Ed. meng Up-Grade, kualitas guru-guru. “Pak Dirjen GTK, mohon nanti, guru-gurunya juga di Up-grade, ditingkatkan. Dan ini tidak belaku hanya Muhammadiyah, tapi semuanya. Terutama kemampuan guru Matematik, kemampuan guru IPA dan guru Bahasa, untuk mengejar target PISA.” Pungkas Mendikbud sebelum meninggalkan Gedung Smamita Tower. Emil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here