Alumni Smamita 1976, Berwisata Edukasi di Smamita Tower

0
19

Dari kiri: Sobbah, Warda, Aida, Inayah, Muad Sahlan.

 

Berwisata edukasi di almamater tercinta, itulah yang dilakukan ibu-ibu berusia 61 tahun ini. Mereka bukan kaum sosialita yang gemar berdandan dengan berbagai kemewahan. Namun, mereka bangga tentang sekolahnya yang jadi luar biasa.

Aida Makawi (61), Warda Karaman (61) alumni SMA Muhammadiyah 1 Taman – Sidoarjo (SMAMITA) tahun 1976. Mereka juga mengajak saudaranya, Sobbah Karaman (57), yang dulu sempat belajar di SMP Muhammadiyah 2 Taman. Dan Inayah Karaman (22), alumni tahun 2014 putri dari Sobbah Karaman.

Ada yang unik, mereka itu bertemu kembali dengan rekan seangkatan lainnya, setelah masing-masing sudah pensiun dari pekerjaannya.

Usia mereka boleh lanjut, tapi semangatnya tidak surut. Bagaimana tidak, kecintaan mereka itu diwujudkan dengan hadir di Gedung Smamita Tower, Kamis (30/08/2018). Dan, berencana akan gelar Reuni besar-besaran.

Didalam Lift

“Kami kesini ingin mengenang masa SMA dulu. Ketika olah raga, kaki harus kotor, berbecek-becek kena sisa sayuran di pasar. Tapi sekarang enak, bersih, dan ada liftnya.” kata Aida mengenang sekolah dulu yang berhimpitan dengan lokasi pasar Sepanjang.

Sekolahya dulu tidak sebagus sekarang, kelas harus dicampur antara IPA dan IPS untuk pelajaran umum, seperti matematika, dan bahasa. Sedangkan untuk mata pelajaran lainnya, mereka berpisah sesuai dengan jurusannya.

“Kalau matematika, Bahasa Indonesia, Agama, kelasnya jadi satu. Tapi, untuk sosiologi, fisika, dan sebagainya, kelas kami berpisah. Bahkan, sebagaian bisa belajar di teras sekolah. Karena terbatasnya ruang belajar.” lanjut Aida, yang juga anggota Mejelis Dikdasmen PCM Sepanjang.

Mereka ber-empat, diajak oleh Muad Sahlan, waka Humas Smamita, dan staffnya, Emil Mukhtar, untuk berkeliling sekolah. Mulai dari loby, ruang kepala sekolah, naik lift ke lantai delapan, lihat ruang kelas, lihat kamar mandi siswa, hingga naik ke rooftop lantai 9.

Setelah itu, Aida dan Warda kami ajak di kelas XI IPS 2. Ternyata, guru di kelas itu adalah Nur Hendah, teman sekelasnya SMA dulu.

Belajar di kelas

“Haiiiiii,,, Alhamdulillahhhh, ketemu ya…, reunian kita.” ujar Warda sambil memeluk Nur Hendah di depan pintu kelas.

Akhirnya, mereka diajak masuk ruang kelas, menjadi siswa Zaman Now bersama puluhan siswa lain di kelas itu. Duduk di bangku paling depan, dan guru mereka adalah, Nur Hendah, teman semasa SMA dulu.

Zainal Arif, kepala sekolah mengaku bangga atas kehadiran alumni untuk mencintai sekolah. “Alhamdulillah, kami bangga dan sangat terbuka, jika ada alumni Smamita yang ingin mengenang kembali semasa SMA.” Ujarnya. Emil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here