Jurus Mabuk Menulis Artikel

0
27

Menulis, apakah sulit? Mungkin pertanyaan inilah yang pernah muncul dibenak kita saat akan menulis sesuatu, baik berupa tulisan berita, artikel, cerpen, maupun karya sastra. Namun jawaban atas pertanyaan inipun nyatanya beragam. Ada yang menjawab menulis itu mudah, tak sedikit yang menjawab bahwa menulis itu pekerjaan yang sulit dan menjemukan.

Menulis sejatinya, suatu hal yang sangat mudah dan dapat dilakukan oleh siapa pun. Jika benar-benar niat, kemauan dan usaha yang kita lakukan kuat, maka proses untuk menulis pun sangatlah mudah. Hal ini lah yang dilakukan Dr. Musfiqon saat menjadi pemateri dalam kegiatan Workshop Literasi Media jurnalistik penulisam artikel di auditorium Nyai Waalidah SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo,Jumat (22/9/2018).

Musfiqon membagikan tips kiat menulis artikel dihadapan Guru SMAMDA dan beberapa delegasi sekolah imbas, diantaranya SMA Muhammadiyah 1 Taman, SMA Muhammadiyah 4 Porong, SMA Al Islamiyah Tanggulangin, SMA Cendekia Sidoarjo, dan SMA PGRI 5 Sidoarjo

“Cara menulis artikel cepat dan mudah itu ada 4. Yang pertama adalah jurus mabuk, mabuk yang dimaksud adalah mabuk menulis. Tulis apa saja yang ada dipikiran kita sebanyak banyaknya. Yang kedua jangan pernah merasa tulisan itu benar atau salah. Yang ketiga jangan pernah menscrool keatas tulisan yang kita tulis,” ujarnya dihadapan peserta workshop literasi.

Lebih lanjut, ia menambahkan, apabila menscrool keatas tulisan kita, akan menggannggu alur berpikir. Yang keempat buatlah outline atau mapping dari tukisan yanh akan kita buat. Mulai Latar belakang, analisis hingga solusi.

“Ketika kata sudah terbentuk, kata itu akan menjadi kalimat utama. Kalimat utama diberi dua atau tiga kalimat penjelas maka akan jadilah sebuan paragraf. Biasanya, orang menulis pemenitnya 50 kata, tapi ada juga yang luar biasa mencapai 100 kata permenit,“ imbuhnya.

Diakhir acara Wakil rektor umsida ini menambahkan, Menulis itu seperti belajar naik sepeda. Butuh proses jatuh bangun layaknya orang menaiki sepeda agar berhasil Menulis. Jika sudah behenti,mentok tidak ada kata lagi yang terlintas, harus berkreasi lagi agar memperoleh inspirasi. Wahyu M.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here