Untuk menunjang program pemerintah tentang jaminan kesehatan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sepanjang mensosialisasikan program BPJS Kesehatan.

Disela acara Pelantikan Bersama Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Taman, SMA Muhammadiyah 1 Taman, SMK Muhammadiyah 1 Taman, dan SMK Muhammadiyah 2 Taman. Zainul dari kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menyampaikan paparannya didepan ratusan guru dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah Sepanjang di Aula Mas Mansyur komplek Masjid Al Manar Sepanjang, Sabtu (3/11/2018).

Zainul — sapaan akrabnya mengatakan, sedia payung sebelum hujan. “Sisihkan uang, untuk kesehatan diri kita dan keluarga”, katanya.

Yang sering terjadi, pasien tidak mempunyai pilihan, memiliki postur tawar yang lemah, mendapatkan informasi yang simetris. Dengan jaminan kesehatan nasional yang dilakukan oleh pemerintah dapat kita gunakan untuk kebutuhan kita.

80% lebih, warga di Sidoarjo sudah terdaftar sebagai peserta program ini. 58 M warga Sidoarjo program mandiri menunggak bayar iuran BPJS. Total hutang 120 M terhadap rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo.

Beberapa alternatif yang dilakukan BPJS Sidoarjo yang bisa dilakukan. Pertama, menaikkan iuran, tapi belum dilakukan oleh BPJS Sidoarjo. Kedua, mengurangi manfaat, tapi tidak dilakukan juga. “Jangan khawatir, pemerintah sudah memberikan dana talangan dari pemerintah untuk mengcaover itu semua,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zainul mengatakan, tahun 2019 mendatang, tidak ada istilah berobat denhan menggunakan uang cash, maka, harus menggunakan sistem jaminan kesehatan.

Kemudian, berapa iuran yang haris dibayar?. 5% dari total upah yang diterima. Dengan rincian, 4% iuran dari pemberi upah, seperti pabrik, sekolah, atau lainnya. Sedangkan 1 % dari penerimah upah, atau karyawan.

Karena pemwrintah mengatakan wajib, maka nanti akan ada sanksi dari pemerintah bagi warga Indonesia tidak terdaftar sebagai anggota Jaminan Kesehatan Nasional. Emil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here