Hari Pahlawan, Smamita Apresiasi Penggali Makam

0
19

 

Hari Pahlawan adalah salah satu momentum terpenting yang selalu diperingati oleh Bangsa Indonesia setiap tanggal 10 November. Mengenang jasa para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi keutuhan Bangsa dan Negara Indonesia.

Bila kita menengok sejarah masa lalu, perjuangan para pahlawan dalam mengusir penjajah di bumi pertiwi ini, tidak bisa dibayar dalam bentuk apapun. Mereka rela bertempur mati-matian di medan perang dan tak pernah gentar meski nyawa menjadi taruhannya.

Dalam memperingari Hari Pahlawan, SMA Muhammadiyah 1 Taman ( SMAMITA) Sidoarjo mendatangkan beberapa pahlawan yang selama ini bahkan mungkin tidak dianggap oleh masyarakat pada umumnya. Mereka sengaja didatangkan ke SMAMITA agar menjadi inspirasi para pelajar juga sekaligus menyadarkan kepada para pelajar bahwa pahlawan itu bukan yang hanya berperang saja namun tanpa kita sadari seorang pahlawan itu adalah yang selalu membantu disekitar lingkungan kita. Orang bisa disebut sebagai pahlawan ketika orang tersebut rela berkorban dengan segala keikhlasan hatinya untuk kebaikan bersama.

Siapa saja para pahlawan yang didatangkan di SMAMITA? Mereka adalah para tukang penggali kubur, yang ada di kelurahan Ketegan Taman, Jumat (9/11/2018). Beliau-beliau ini menjadi tukang penggali kubur selama 35 tahun. Dan para pahlawan masyarakat ini memakan waktu 2 jam untuk menggali kuburan. Terkadang mereka juga mengalami hambatan atau kesulitan ketika sedang menggali kubur. “Tanah longsor ketika tanah sudah digali sehingga tanahnya kembali masuk kedalam lubang galian, maka harus gilai lagi” ucap Slamet Riyadi. Dan terkadang ketika tanah digali terdapat makam baru yang masih 1 tahun sehingga jenazah terpaksa ditumpuk dengan jenazah lama.

Para pahlawan melakukan pekerjaan ini dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan apapun. Meskipun ada orang meninggal di tengah malam mereka tetap menjalankan pekerjaan ini dengan ikhlas. Dan ketika salah seorang guru SMAMITA bertanya kepada mereka apakah tidak merinding menggali kubur tengah malam?. Mereka pun menjawab itu sudah biasa kami lakukan karena itu adalah kewajiban kami sebagai umat Islam.

Para pelajar SMAMITA pun bangga dengan para pahlawan masyarakat ini yang rela bekerja dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan apapun, hanya semata-mata mengharap ridho Allah dan membantu sesama manusia. Mereka ikhlas membantu sesama karena ini merupakan kewajiban seorang Muslim untuk memakamkan jenazah. Sehingga mereka tidak pernah merasa malu melakukan pekerjaan ini meskipun sudah bertahun tahun lamanya karena keikhlasan dan kebaikan hati mereka.

Dengan didatangkannya para pahlawan ini ke SMAMITA, kami berharap para pelajar inilah yang kelak menjadi generasi penerus sebagai pahlawan masyarakat yang saling membantu dan menolong sesama dengan tulus dan ikhlas untuk mengurus jenazah. Cindy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here