Guru, Tidak ‘Ujug-Ujug’ Guru

Peran guru dalam pendidikan mempunyai tiga tugas utamanya, mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup dan kehidupan. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan melatih, adalah mengembangkan skill yang ada pada diri siswa.

Menurut undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, salah satunya menyebutkan, Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan ilmu pengetahuan, dan seni.

Disitu sudah ‘klop’ rasanya, ketika kulitas kompetensi guru ditingkatkan secara berkelanjutan, maka guru menjadi sebuah titik tumpuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang ada, baik untuk diri pirbadi guru, maupun untuk siswa demi kelangsungan hidupnya dimasa yang akan datang.

Banyak sekolah membangga-banggakan siswanya yang telah meraih prestasi akademik maupun non akademik, baik level national, mupun internasional.

Mereka tidak ‘ujug-ujug’ berangkat diberbagai macam kejuaraan, dan ‘ujug-ujug’ menang. Ada sebuah proses yang panjang sebelum itu, dan ada guru pastinya. Mereka tidak Nampak, dan seringkali tidak terlihat ketika keberhasilan siswa menjadi nyata, bukan sekedar isapan jempol belaka.

Kemudian, keberhasilan sebuah pemerintah yang dipimpin seorang pejabat, itu juga tidak ‘ujug-ujug’ datang. Tapi ada proses panjang sebelumnya. Ia pernah belajar jadi siswa SD, SMP hingga Perguruan tinggi misalnya, prosesnya pun juga tidak ‘ujug-ujug’ selesai. Ada guru dibalik mereka semua.

Berbahagialah Anda yang menjadi seorang guru yang bisa menjadikan siswa anda berprestasi. Baik itu prestasi didapat saat anda mendampinginya di sekolah, maupun sudah lulus sekolah.

Anda berhak mendapat prestasi yang luar biasa yang tak bisa dihitung berapa banyak prestasi anak didik anda sekarang. Menjadi guru, tugas yang mulia, dedikasinya tiada tara. Anda mendidik ratusan, bahkan ribuan siswa di sekolah. Bahkan, tidak sedikit, anda harus meninggalkan anak dan keluarga demi tugas untuk mendampingi siswa belajar diluar sana.

Jangan lupa, keberhasilan atau prestasi kita menjadi seorang guru juga karena guru pendahulu. Tidak ‘ujug-ujug’ jadi guru seperti sekarang.

Semoga usia kita selalu mendapat keberkahan oleh Allah Ta’ala.

Oleh: Emil Mukhtar E., Guru SMA Muhammadiyah 1 Taman – Sidoarjo (Smamita), juga ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Krian – Sidoarjo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here