Anak anak harus dilahirkan di kehidupan baru. Biarlah ia pecah dari dalam, layaknya telur yang menetas pecah dari dalam karena dierami.

Biarlan anak-anak itu pecah dari dalam potensinya masing masing sehingga dari hal tersebut akan lahir Bupati Sidoarjo dari SMA Muhammadiyah 1 Taman (SMAMITA), Menteri Pendidikan dari Alumni SMAMITA.

Ungkapan itu disampaikan oleh Isa Ansori, Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur saat melakukan visitasi lomba Sekolah Ramah Anak (SRA) di Smamita, Senin (10/12/2018).

 

 

Pria berkacamata ini menilai, setiap anak punya kelebihan dan keunikan. Kita bisa mewadahi keunikan anak melalui RPP yang kita buat.

“Indikator yang kita buat pada materi pelajaran harus pada penekanan siswa memahami pelajaran dengan kapasitas kemampuan mereka.” pesan Isa saat disela-sela agenda visitasi.

Kemudian, jangan pernah mengasah pisau dari sisi tumpul.

“Maksudnya, apabila siswa lemah dalam bidang matematika, tapi pandai olahraga. maka jangan memaksa anak untuk pintar matematika. Sisi olahraga yang kita kembangkan dari diri anak tersebut,” tandasnya.

Lebih lanjut, Isa mengungapkan, Smamita menjadi pilihan utama bagi orang tua untuk mempercayakan putra putrinya guna mengasah sisi positif dari dalam diri anak itu.

Sekolah ramah anak (SRA) menjadi satu keharusan saat ini. Untuk itulah, Smamita ditunjuk untuk ikut andil dalam menciptakan dan sebagai pelopor SRA.

Itu dibuktikan dengan ditunjuknya Smamita oleh dinas Provinsi Jatim untuk ikut lomba Sekolah Ramah Anak 2018.

Dwi Bambang Utomo, dinas pendidikan Jatim juga menyebutkan, Smamita sangat siap dalam menghadapi penilaian Sekolah Ramah Anak. “Mudah mudahan, apa yang diharapkan oleh SMA Muhamamdiyah 1 Taman mencapai hasil maksimal,“ Ujar Bambang.

Untuk itu, sekolah tengah menerapkan konsep sistem sebuah lembaga pendidikan yang ramah anak, menjadikan sistem pendidikan unggul dan terintegrasi di Kawasan Sidoarjo.

Bahkan, Predikat Muhammadiyah Excellent School dalam ajang Muhammadiyah Future School 2018 sudah digenggam sekolah.

Tim penilai lomba terdiri dari dewan pendidikan Jatim Isa Ansori, dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Bambang Utomo, M.SI

Dalam visitasi tersebut, kedua asesor juga menyampaikan beberapa hal berkaitan sekolah ramah anak. W. Murti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here