Kesehatan dan keselamatan kerja (K3, terkesan rancu apabila disebut keselamatan dan kesehatan kerja) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek.

Tujuan K3 adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja. K3 juga melindungi rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen, dan orang lain yang juga mungkin terpengaruh kondisi lingkungan kerja. sumber: wikipedia.

Kamis (22/11/2018) lalu, SMAMITA sempat berkunjung di kantor BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Prov. Jatim, untuk koordinasi awal, sebelum sekolah melaksanakan simulasi tanggap bencana.

Kami ditanya, kegiatan simulasi seperti apa yang diharapkan. Ada simulasi gempa, kebakaran, banjir, longsor, atau lainnya yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Maka, kami bilang simulasi gempa. Aneh rasanya bagi pak Gangsar Aryo Yuwono, anggota tim teknis BPBD, “mulai masuk musim hujan kok gak simulasi banjir,” katanya.

Ada kesamaan dalam jiwa kami dan pak Gangsar, ada Muhammadiyah-nya terkait yang dibicarakan. Anaknya, sekolah di SMP Muhammadiyah Ngoro Mojokerto. Nyambung lah kalau bicara sekolah Muhammadiyah.

Pembicaraan kami ‘ngetan ngulon’ terkait kebencanaan dan penanganannya.

Bagi Gangsar -panggilan akrabnya mengatakan, semua lembaga hendaknya memiliki struktural K3. Mulai dari pengarah, hingga humas untuk intern dan ekstern. Humas ini sangan penting baginya, agar baik mengkomunikasikan bagaimana arah komunikasi dalam (pegawai) serta keluar (orang tua) jika dilingkup sekolah.

Kemudian, masalah tangga darurat untuk gedung bertingkat baiknya bagaimana. Didalam gedung atau diluar gedung.

Begitu juga dengan daun pintu ruangan, bukaan mengarah ke dalam, atau keluar. Emil