Pagi yang sejuk teriring secangkir kopi, ditemani singkong goreng hangat, nikmatnya Alhamdulillah.

Dalam benak terpikir, akan kemana si bungsu melanjutkan pendidikannya.

Memang, sekarang dia kelas IX (sembilan), yang Insyaa Allah, tahun depan harus melanjutkan ke kelas X(sepuluh), artinya sudah waktunya SMA atau SMK.

Di luar sana memang banyak ditawarkan berbagai macam dan bentuk sekolah.

Lalu bagaimana dengan SMA Negeri misalnya, hampir semua orang mengatakan, sekolah ini gratis.

Jaman seperti ini, sudah seharusnya pembekan agama, moral, kepribadian dan yang sejenis dengan itu, harusnya lebih banyak didapat oleh generasi muda.

Sekolah yang berbasis agama, pasti pendidikan agama, moral, karakter, kepribadian dan yang lainya pasti akan lebih banyak didapat untuk anak saya.

Sepertinya SMA itulah yang saya inginkan untuk anak. Jadi, untuk tahu bagaimana sebenarnya sekolah tersebut saya harusnya mendatanginya.

Ku tinggalkan secangkir kopi yang sudah habis dan singkong goreng yang tinggal 1, untuk pergi mencari informasi.

Agar lebih praktis, dengan sepeda motor dan uang secukupnya dalam dompet saya pergi.

Tidak lebih dari 10 menit ketika mengendarai motor, dari kejauhan saya melihat gedung menjulang tinggi, dengan sedikit penasaran.

“Apa itu Mall, atau gedung perkantoran ya,?” dalam hati berkata.

Semakin mendekat, terbacalah tulisan besar berwarna kuning, ‘SMA MUHAMMADIYAH 1 TAMAN’.

Berhentilah saya di depan pos security, dengan seragam hitamnya yang gagah, bergegas dengan senyuman petugas security itu menyapa,
“Assalamualaikum, ada yang bisa saya bantu Bapak?” sapanya.

“Waalaikumsalam,” jawab saya singkat.

Lalu saya bertanya, “Bagaimana saya bisa mendapatkan informasi tentang sekolah ini?”, tanya saya selanjutnya.

Petugas tersebut dengan ramahnya mempersilahkan saya memarkir sepeda dan sambil bercengkerama kecil mengantar saya masuk ke Ruang Loby Gedung Tower itu  untuk mempertemukan dengan petugas PPDB.

Setengah tidak percaya, dalam benak saya terus berpikir ada sekolah seperti mall, bersih, sejuk, nyaman, ada lift juga, pasti sekolah yang mahal.

Karena petugas PPDB sedang melayani tamu yang datang lebih dulu dari saya, petugas sekurity menawari saya untuk melihat lihat apa saja yang ada disekolah ini, mulai melihat kantin yang bersih, taman yang sejuk dan indah dilengkapi dengan beberapa ekor burung, aula indoor yang luas, masjid, perpus, ruang ruang ekstra, kamar kecil yang sangat bersih dan terakhir saya diajak naik lift untuk melihat ruang kelas di atas sebelum saya diantar kembali menemui petugas PPDB.

Dengan pakaian rapi dan Islami dengan sapaan ucapan salam petugas tersebut mempersilahkan saya duduk. Sambil menunjukkan brosur mulailah dia menjelaskan.

Dengan rincinya petugas menjelaskan mulai dari sistem pengajaran, kegiatan siswa, kegiatan keagamaan, kegiataan ekstra, aturan, tata tertib, sarana dan semua dengan tetap wajah yang ramah. Bahkan saya tidak bisa lagi bertanya, karena semua yang dijelaskan menunjukkan bahwa sekolah ini adalah sekolah berkemajuan, sekolah masa depan, sekolah tujuan, sekolah pilihan untuk semua orang.

Sampai akhirnya petugas bertanya pada saya, “Sudah jelas Bapak?, apa ada yang mau ditanyakan?”

Sayapun menjawab,”Cukup jelas, berapa saya harus membayar?”

Petugaspun memberikan rinciannya, sayapun tanpa pikir panjang.

“Semua saya lunasi Bu, saya tidak ragu menyekolahkan anak saya disini”, jawab saya.

“Terima kasih Bapak, kalau memang belum membawa, Bapak bisa membayar melalui bank”.

Setelah saya menerima bukti pembayaran, terucap di lisan saya, “Bismillahirohmamirrohim, semoga anak saya akan menjadi anak sholehah, ilmunya bermanfaat untuk kebahagiaan dunia dan akhiratnya”.

Akhirnya saya meninggalkan sekolah ini tetap bertanya tanya , sekolah dengan program yang jelas, sarana yang sangat lengkap tapi masih terjangkau, harus sekolah ini jadi pilihan untuk semua.

Dengan diantar petugas sampai pintu keluar.

Belum sempat ucapkan salam, saya kedahuluan petuga mengucap salam.

“Assalamualaikum bapak, hati-hati dijalan,” salamnya dengan ramah.

Sayapun menjawab dengan ucapan waalaikumsalam, dan terima kasih.

 

Cerpen ini ditulis oleh: M. Ikhuwan, guru Bahasa Jepang, yang pernah menjalani program pendidikan bahasa dan budaya Jepang selama 1,5 tahun di Jepang.