Sistem pembelajaran inspiratif merupakan salah satu dari model pembelajaran transfer keilmuan yang efektif. Tak terkecuali dengan SMA Muhammadiyah 1 Taman, pun menerapkan model transfer keilmuan seperti ini. Sistem ini akan lebih memberikan pengetahuan di antara peserta didik melalui cerita isnpiratif para senior yang sudah lulus dan kini sukses di bidang masing-masing.

Tidak sedikit lulusan SMA Muhamamdiyah 1 Taman yang sukses menekuni berbagai pendidikan dan profesi. Mereka bisa menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas di sekolah. Banyak lulusan SMA Muhammadiyah 1 Taman yang menjalani berbagai profesi mulai dari pengusaha, TNI-Polri ataupun entertainer.

Salah satunya Rachmat Agil Baidowi, alumni SMA Muhammadiyah 1 Taman tahun 2017. Alumni SMAMITA ini berkesempatan berbagi cerita kegiatan pendidikannya di sekolah kedinasan. Rachmat sapaan akrabnya menjelaskan kalau saat ini dia sedang menempuh pendidikan di Akademi Perkereataapian Indonesia (API) Madiun, sekolah kedinasan dibawah naungan Kementrian Perhubungan Bidang Pengembangan SDM Perkeretaapian Perhubungan Darat.

API Madiun tidak hanya melahirkan SDM perkeretaapian dari aspek kuantitas, tetapi juga aspek kualitas. Lulusan API Madiun tidak hanya terjun mengabdi di pemerintahan saja, tetapi juga perusahaan-perusahaan bidang perkereta apian nasional maupun internasional. Sehingga lulusan API Madiun nantinya bisa berkiprah di tingkat global. (sumber website resmi API)

“Saya menempuh prodi D3 Manajemen Transportasi Perkeretaapian Indonesia. Sekarang semester 2 di API Madiun. Untuk Prodi ini ditempuh dalam kurun waktu 3 tahun,” Ujarnya.

Banyak hal yang harus disiapkan dalam proses seleksi masuk ke Akademi Perekeretaapian, salah satunya mempersiapkan fisik dan mental. Harus berbadan sehat, tidak cacat fisik dan mental. Komponen hasil belajar di SMA pun juga diperhatikan, harus memiliki nilai rata-rata Ujian Nasional dan nilai raport SMA tidak kurang dari 7,0.

Alumnus SMAMITA yang berdomisili di Bringinbendo Sidoarjo ini memberikan pesan singkat untuk adik adik kelasnya di SMAMITA. “Tetap semangat dalam belajar mencapai cita cita dan bahagiakan orang tua, jangan takut gagal dan jangan lupa berdoa,“ pungkasnya. Wahyu Murti