Kalau berbicara tentang jaringan sekolah Internasional, pastinya orang menyebut SMAMDA Surabaya. Kalau berbicara juaranya robot, pasti nengoknya ke SMAMDA Sidoarjo.

Lain halnya dengan SMAM 1 Gresik atau SMAM Satu, sekolah ini dilengkapi dengan kecanggihan teknologi IT yang tiada tanding terbaik se Indonesia. Kalau berbicara perpustakaan, SMAM 1 Jogjakarta, atau kita kenal dengan SMA Muhi.

Berbicara suplai atlet olah raga, pastinya menengok di SMPM 2 Surabaya, yang berdekatan dengan pasar Genteng. Lain lagi dengan SMKM 7 Gondanglegi Malang, setelah sukses dengan 2 unit mobil solar cell kerjasama dengan ITS Surabaya.

Ya, itulah mereka dengan berbagai macam keunggulan dan keunikan masing-masing sekolah.

Beda lagi dengan SMA Muhammadiyah 1 Taman – Sidoarjo (Smamita), nampaknya sekolah ini juga tidak mau ketinggalan untuk membuat sebuah diferensiasi bentuk sekolah Muhammadiyah Berkemajuan.

Belum genap setahun, Gedung Smamita Tower diresmikan oleh Ketua Umum PP. Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, dan juga Mendikbud RI, Prof. Muhadjir Effendy. Sekolah berlantai delapan ini terus dikunjungi ‘wisatawan’ pendidikan. Baik dari Jawa Timur maupun luar, atau juga luar pulau jawa, bahkan luar negeri.

Tidak cukup berhenti disitu, Smamita terus melakukan evolusi sebagai sekolah Islam yang Modern. Bagaimana tidak, terlepas dari perkembangan Revolusi Industri 4.0, Smamita konsisten menerapkan pembelajaran Al Quran. Setiap jam delapan pagi, segala aktifitas pembelajaran umum berhenti, semua masuk kelas BTQ (Baca Tulis Quran) yang diasuh oleh tim Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Ada pupa siswa Smamita sebagai penghafal Quran, mulai dari 2 juz, hingga 30. Bagaimana yang belum bisa baca Quran, ya itulah Smamita, memfasilitasi siswanya untuk dapat membaca Quran dengan baik. Ada 18 ruang, berarti ada 18 guru disana, belum lagi, kelas guru dan karyawannya.

Ramzi, kelas X Ipa 5 dari komunitas Hafidz Smamita

Untuk teknologinya sendiri, pemasangan access point setiap sudut ruang sudah terpasang, pembaharuannya penggunaan kabel FO (Fiber Optic) dengan kecepatan lebih dari 200 Mbps. Untuk limbah, kejuaraan pengolahan limbah elektronik di konfigurasi dengan solar cell, juga menjadi kekuatan daya tarik tersendiri bagi Smamita.

Untuk era globalisasi sekarang ini, sekolah selalu melakukan kerjasama untuk mendatangkan guest teacher dari berbagai negara. Diantaranya Korea Selatan, Aljazaer, Mesir, Ceko, Cina, Thailand, Rumania, Meksiko, Jerman, hingga Jepang.

Tidak cukup mendatangkan, tahun lalu, 5 siswa terbaik Smamita mempresentasikan hasil olahan limbah kulit pisang jadi selai di sekolah Malaysia dan Singapura. Dipertengahan tahun ini, Smamita juga akan mengirimkan siswa terbaiknya untuk belajar ke Jepang, dan akan presentasi didepan pelajar dan mahasiswa di negeri matahari terbit itu.

Masih malu dengan menyebut Smamita di dada kiri Anda?, Atau masih menganggap Smamita itu sekolah yang biasa saja?. Jangan salah, satu-satunya sekolah yang memfasilitasi siswanya menggunakan Lift, ya ada di Smamita.

Atau, Anda yang masih bingung pilih sekolah menengah atas, main saja dulu ke Smamita.