Suasana di Untag Surabaya

 

SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo melakukan kunjungan ke Universitas dalam acara SMAMITA Goes to Campus 2019, Selasa, (29/1/2019). Kegiatan goes to campus merupakan salah satu sarana untuk memberikan berbagai informasi yang berkenaan dengan lingkungan seputar kampus kepada siswa kelas XII.

Dalam kesempatan kali ini, sebanyak 172 siswa-siswi kelas XII didampingi 9 dewan guru melakukan kunjungan ke 5 universitas terkemuka di Surabaya.

Pertama, bertempat di Aula Graha Widya lantai 9, acara studi kampus di awali dengan sambutan Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG), Dr. Mulyanto Nugroho. Ia menyampaikan materi tentang gambaran secara umum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) mulai dari sejarah berdirinya Untag hingga perjalan 61 tahun Untag meraih akreditasi Institusi A.

“Universitas 17 Agustus 1945 adalah miniaturnya Indonesia. Untag menempati 7 besar Akreditasi Institusi A dari 327 PTS di seluruh Indonesia” paparnya.

“Untag memiliki 7 prodi dan menerapkan metode pembelajaran blended learning. Blended leraning adalah model pembelajaran online yang hanya bisa diterapkan oleh kampus yang memperolah akreditasi A. Dan, sebentar lagi Untag akan membuka Fakultas Kedokteran,” tambahnya.

Selanjutnya, kunjungan ke dua menuju kampus ITS sukolilo Surabaya. Unggul Wasiwitono, Kepala Biro Penerimaan Mahasiswa Baru yang menjadi fasilitator dalam acara tersebut menyampaikan mengenai fakultas, jumlah program studi, fasilitas, prestasi-prestasi mahasiswa, macam-macam beasiswa dari beasiswa masuk seperti Bidik Misi hingga beasiswa para penghafal Al-Qur’an, dan menjelaskan jalur masuk perguruan Tinggi Negeri khususnya di ITS Surabaya.

Siswa mendapat paparan materi tentang kuliah di ITS, di Auditorium Pasca Sarjana

“ITS adalah salah satu PTN terbaik di Indonesia, lulusan terbaik diantaranya Tri Rismaharini yang sekarang menjabat sebagai walikota Surabaya,” ujarnya.

Unggil -sapaan akrabnya- mengatakan, jumlah Mahasiswa mencapai 20.000. Rasio 1:20, artinya, satu dosen dengan 20 mahasiswa, yang seimbang untuk sebuah perguruan tinggi.

Kunjungan ke tiga menuju Kampus C Universitas Airlangga Surabaya , fakultas Kesehatan Masyarakat, kemudian berlanjut ke Universitas Pembangunan Nasional Surabaya.

Ada yang menarik dalam sejarah perjalanan UPN. Universitas Pembangunan Nasional atau disebut UPN dalam perkembanganya telah mengalami beberapa perubahan status dari PTN kedinasan menjadi Perguruan Tinggi Swasta. Namun sejak 6 Oktober 2014 berdasarkan PERPRES No.122 Tahun 2014 berubah status sebagai Perguruan Tinggi Negeri.

Dan pada tahun 2017 menyandang predikat 22 Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia oleh Kemenritekdikti.

Selanjutnya Kunjungan terakhir di Universitas Muhammadiyah Surabaya. Dimulai dari sambutan dari Kepala Biro Administrasi Akademik, sesi tanya jawab sampai dengan serah terima cinderamata dari Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Dari situ, siswa diajak berkeliling melihat laboratorium Fakultas Kedokteran UMS.

Seluruh universitas sangat menyambut baik kunjungan ini dan menggunakannya sebagai sarana sosialisasi untuk memperkenalkan lebih jauh tentang universitas kepada siswa. Bagi pihak Sekolah kegiatan goes to campus ini diharapkan agar para siswa termotivasi untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Wahyu Murti