Prof. Warsono, saat memaparkan peran Guru Era Revolusi Industri 4.0

 

Bagaimana membedakan orang sukses dan tidak. Yaitu tentang bagaimana menggunakan tiga hal yang diberi oleh Allah dengan baik kepada semua manusia. Yakni pikiran, hati nurani dan waktu.

Hal itu diungkapkan oleh Prof. Dr. Warsono saat memberi materi Seminar Guru Era Revolusi Industri 4.0 dalam agenda Pelantikan Wakasek Aum Pendidikan PCM Sepanjang di Aula Mas Mansyur Komplek Masjid Al Manar Sabtu (9/3/2019).

Profesor kelahiran Boyolali 1960 ini mengungkapkan, bahwa Allah telah memberi keistimewaan terhadap manusia tiga hal yang sama.

“Yaitu, akal atau pikiran, hati nurani, waktu, ketiganya ada dalam Al Quran,” ungkapnya di depan ratusan pasang mata guru karyawan.

Kalau pikiran kita tidak berfikir kreatif, kita juga tidak akan maju.

Baginya, berfikir itu proses mencari jawaban atas pertanyaan.

“Sekolah Muhammadiyah sudah memiliki unggulan, yaitu, bagaimana mengembangkan cara berfikir kreatif anak-anak kita,” ujar guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Unesa.

Lebih jauh, ia mengajak agar kita mengajari mereka selalu berfikir. Setiap anak bisa membangun pengetahuan baru, dari pengetahuan sebelumnya.

“Bagaimana caranya, dengan bertanya. Kita beri anak-anak ini stimulus dengan berbagai macam pertanyaan kritis,” katanya.

Ketua Jurusan Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarganegaraan (PMPKn) pada 2002–2006 memaparkan. Kreatifitas ini biadanya ada pada ibu-ibu ketika memasak dengan menggunakan bahan yang ada disekitarnya.

Guru tidak harus eksporting yang bersifat menjelaskan, yakni adalah, adalah, adalah, dan adalah.

Namun mendorong keinginan anak-anak memberi pertanyaan secara kritis.

Bagaimana cara kita mendorong anak kritis. Warsono mengatakan, yaitu dengan bertanya, bertanya, bertanya, kalau masih belum bisa, membaca. Itulah kita menggunakan akal pikiran.

Kemudian, menjaga hati nurani, dengan modal kejujuran.

“Kedepan, kita akan memilih pemimpin yang cerdas dan memiliki karakter kejujuran.” harapnya.

Dan ketika, bagaimana memanajemen waktu yang sedikit ini, mari manfaatkan waktu dengan baik, dengan pikiran-pikiran kita untuk bangsa dan negara.

“seperti dalam surah al Ashr, Demi masa (al ashr) atau waktu,” pungkasnya. Emil