Dari kiri: Prof. Warsono, Drs. Abdullah Smith, dan Aly Aulia, M.Hum.

Revolusi Industri 4.0 akan menjadi ancaman bagi orang yang tidak punya kompetensi, bagi mereka yang tidak siap menghadapi.

Hal itu dikatakan oleh Prof. Dr. Warsono, M.S., Rektor Unesa 2014-2018 saat memberi materi seminar bertajuk Guru Era Revolusi Industri 4.0, yang diadakan oleh PCM Sepanjang di Aula Mas Mansyur komplek Masjid Al-Manar Sabti (9/3/2019).

Menurutnya, ini merupakan buah daei hasil pemikiran manusia yang kreatif, inovatif. Sehingga membuat perubahan yang luar biasa untuk dunia kita saat ini.

“Hasil pemikiran manusia-lah yang menjadikan perubahan revolusi-revolusi mulai dari 1.0 hingga 4.0,” ujar tim ahli Majelis Dikdasmen PWM Jatim.

Ia mengungkapkan, hampir semua sekolah-sekolah, dan perguruan tinggi lagi gencar-gencarna sedang membicarakan ini.

“Posisinya seperti apa Revolusi Industri 4.0?” tanya Profesor Unesa ini kepada ratusan peserta seminar.

Pria kelahiran Boyolali 1960 ini mengatakan, ini bisa menjadi goncangan besar bagi yang tidak siap.

“Oleh karena itu, pergantian tenaga manusia yang sifatnya mekanik dan monoton, akan diganti robot cerdas dari pengembangan Artifical Intelligence (AI). kita harus siap hadapi ini semua,” kata lulusan S3 Universitas Airlangga Surabaya.

“Coba bapak ibu perhatikan, pertanian, industri, menuju ekonomi kreatif sejalan dengan Revolusi Industri 4.0, terutama ekonomi kreatif,” kata guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Unesa.

Ia berpesan, kita sebagai manusia yang diberikan Allah pikiran, tidak perlu cemas atau takut menghadapi era 4.0 ini.

“Perubahan apapun yang ada, jika kita siapkan dengan pikiran yang cerdas, kita tidak akan takut,” pesannya.

Bagi dia, ini suatu kehormatan bertemu dan berdiskusi di forum ini dengan tema Guru Era Revolusi Induatri 4.0. bersamaan dengan agenda pelantikan wakil kepala sekolah di empat Amal Usaha Muhammadiyah bidang Pendidikan PCM Sepanjang. Emil