Begini Desa Adat di Bali

0
40
Desa adat di pulau dewata (wahyu/smam1ta)

 

Jumat, 12 April 2019 sebanyak 95 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Taman dan 9 guru pendamping melaksanakan Studi Tour ke Pulau Dewata. Kegiatan study tour dilaksanakan selama tiga hari yaitu tanggal 12-15 April 2019. Tujuan dilaksanakannya studi wisata adalah untuk memperluas ilmu dan wawasan siswa dibidang pariwisata, sejarah, dan kebudayaan suatu daerah tertentu. Selain untuk menambah wawasan juga untuk menambah kemandirian dan kerjasama antar siswa. Ada beberapa objek wisata yang akan dikunjungi selama di pulau Bali diantaranya yaitu : Desa Adat Panglipuran,Pusat oleh oleh cening bagus, Tempat oleh-oleh khas Bali Joger, Pantai Legian Kuta, Tempat oleh-oleh khas Bali Krisna, Danau Bedugul, Pantai Pandawa, dan Pura Tanah Lot. Selama di Bali rombongan menginap di Hotel Amaris Legian Bali

Pada hari pertama rombongan melakukan perjalanan dari sekolah menuju Pelabuhan Ketapang. Rombongan melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Situbondo. Perjalanan ditempuh selama 18 jam lewat jalur Darat.

Hari kedua Sabtu 13 April 2019 rombongan mengunjungi desa adat Panglipuran, Pantai Pandawa dan Pantai Kuta.

Hari ketiga rombongan mengunjungi Pusat oleh oleh Joger, Danau Bedugul dan Pura Tanah Lot.

Tour guide lokal, I Gede Wardana menjelaskan rentang Desa adat Panglipuran. “Panglipuran adalah salah satu desa adat dari Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Indonesia.” Ujar Bli Gede, sapaan akrabnnya
Desa ini terkenal sebagai salah satu destinasi wisata di Bali kerena masyarakatnya yang masih menjalankan dan melestarikan budaya tradisional Bali di kehidupan mereka sehari-hari.

Ia menjelaskan, Penglipuran berasal dari kata penglipur yang maknanya adalah menghibur atau menyenangkan orang. Artinya, di Desa ini dulunya masyarakat bertugas untuk membantu dan membuat sang raja terhibur” Pungkasnya.

Memang Bali menjadi tujuan destinasi wisata dengan kearifan lokal nya dan keindahan alamnya. Kekayaan budaya Bali yang tetap melestarikan budaya daerah tidak tergeser oleh arus globalisasi budaya barat. Wahyu M