Cara Guru Muhammadiyah Sambut Era Revolusi Industri 4.0

0
11
Gedung Smamita (Foto: istimewa)

 

Senin, 15 April 2019 sebanyak 400 peserta seminar memenuhi gedung Graha Utama LPMP Jawa Timur Seminar yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur ini dihadiri oleh kepala sekolah, wakasek dan guru-guru perserikatan Muhammadiyah se Jawa Timur dari jenjang SD, SMP/MTs, SMA dan SMK.

Mengangkat tema “Pendidikan Karakter dan Penguatan Kapasitas Guru Muhammadiyah Menyambut Era Revolusi 4.0” seminar ini menghadirkan beberapa narasumber- di antaranya staf ahli Kemendikbud RI bidang pembangunan karakter Dr. Arie Budiman, M.Si, kepala LPMP Jatim DR. Bambang Agus Susetyo, MM, M.Pd , sekretaris PWM Jatim Ir. H. Tamhid Masyhudi, MM dan ketua Forum Guru Muhammadiyah Indonesia H. Pahri S. Ag, MM.

Dr. Arie Budiman, M.Si. dalam paparannya menjelaskan tentang kondisi millenial jaman now yang kecenderungan pada gadget.

“Sekolah sebagai arus utama implementasi penguatan pendidikan karakter harus bisa memberikan peranan yang maksimal. Pendidikan karakter bisa diajarkan pada siswa melalui pembiasaan dan keteladanan.” Ujar Arie sapaan akrabnya.

“Pendidikan karakter tidak di ajarkan melalui materi di kelas akan tetapi harus di beri contoh langsung melalui pembiasaan-pembiasaan dan keteladanan yang baik dari semua komponen yang ada di sekolah. Guru juga perlu menjadi pembelajar sepanjang hayat, maksudnya adalah guru harus terus belajar, terus mencari ilmu supaya kompetensi nya meningkat. Seorang guru harus bisa menciptakan sebuah kondisi pembelajaran yang menyenangkan.” tambahnya.

Metode pembelajaran lebih penting daripada materi/kurikulum, Guru lebih penting daripada metode pembelajaran, namun Ruh/ Spirit Guru jauh lebih penting dari itu semua. Jadi maksud dari pernyataan tersebut adalah bahwa ketika guru melakukan pembelajaran di kelas tidak harus terpacu pada materi atau kurikulum yang terpenting di sini adalah metode pembelajaran yang menyenangkan dan semangat dari bapak/ibu guru ketika mengajar. Dengan demikian diharapkan akan tumbuh nilai-nilai positif dan karakter-karakter yang baik. Figur generasi Emas 2045 di lihat dari kualitas karakter, literasi dasar dan kompetensi. Hal tersebut bisa di capai melalui Penguatan pendidikan karakter sebagai upaya dalam mewujudkan generasi emas 2045 yang berkarakter, cerdas, berdaya saing dan berkemajuan.

Di akhir acara seminar, H. Pahri, S.Ag, MM ketua forum guru Muhammadiyah Indonesia memberikan pesan kepada peserta yang hadir.

“Guru Muhammadiyah harus memiliki 4 ciri, yakni berkarakter sesuai Al Islam dan Kemuhammadiyahan, harus berkemajuan dan unggul, harus sejahtera, dan Harus mencerahkan” pungkasnya. Ari Tri