Seminar yang mengusung tema “Sinergi Orang Tua dan Siswa Dalam Menentukan Masa Depan” itu mengundang nara sumber Supirman Kuswinarno, S.Psi. menarik perhatian bagi wali siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman – Sidoaejo (SMAMITA), Sabtu (27/4/2019).

Supirman adalah Mental Choacing Character, dan juga dikenal sebagai psikolog klinis anak dan remaja dari lembaga Paramitra Counsulting Jombang.

Banyak hal dikupas oleh nara sumber dalam seminar tersebut. diantaranya menjelaskan setiap orang tua memiliki cara tersendiri dalam mengasuh anak.

“Orang tua harus menempatkan diri kapan menjadi ayah dan ibu bagi anak mereka. Kapan mereka harus berperan sebagai kakak, sahabat dan teman bagi anaknya” ujarnya.

ia melanjutkan, orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis seperti itu akan memberi pengaruh yang baik bagi perkembangan anak ke depan.

Keinginan orang tua pasti anaknya mendapatkan pendidikan terbaik, fasilitas lengkap dan lingkungan yang baik agar dapat tumbuh dan berkembang dengan sempurna. Untuk itu, mereka (orang tua) cenderung merencanakan segala hal yang harus dilakukan oleh anaknya.

Dalam kesempatan tersebut, Waka Humas Smamita Emil Mukhtar, S.Kom mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan positif ini.

“Kami senang dan mendukung, sebab apa yang direncanakan dan diprogramkan sekolah selalu bisa sinergi dengan masyarakat dalam hal ini wali murid.” Ujarnya.

Kegiatan ini adalah ajang untuk terus memantapkan pada walimurid dalam mendukung program-program sekolah. Tentunya masih banyak lagi yang bisa dan perlu dilakukan oleh wali murid dalam memajukan pendidikan putra putrinya,” imbuhnya.

Dalam rangkaian seminar parenting itu juga diadakan kegiatan seperti bazaar kampus, bazaar karya ilmiah siswa, pentas seni pelajar dan pengumuman 4 hasil karya tulis terbaik.

Selain itu, Pak Arif kepala Smamita menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahim antar sesama orang tua dan warga sekolah pada umumnya.

“Seminar parenting kali ini menyasar tentang bagaimana peran orang tua dalam mendampingi putra-putrinya untuk menjadi pribadi yang berkarakter ,” tuturnya. Wahyu Murti