Bagaimana Wudhu dan Shalat Sesuai Tarjih Muhammadiyah, Berikut Penjelasannya

0
265

 

Wudhu dan Sholat adalah ibadah yang sangat prinsip dalam agama Islam, oleh karena itu kita tidak boleh asal – asalan dalam menjalankan ibadah tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Imam Mahfudzi, dalam penyampaian materi Darul Arqom SMA Muhammadiyah 1 Taman –Sidoarjo (SMAMITA), Kamis (23/5/2019).

Pada kesempatan kali ini, Imam memaparkan bagaimana wudhu dan sholat sesuai Tarjih Muhammadiyah.

Dalam penjelasannya ia mengatakan bahwa, wudhu dan sholat ibadah yang bersifat Mahdoh (bersifat pasti) dari Allah dan Rosulnya, sehingga manusia sebisa mungkin mencontohnya.

“Nabi pernah mengatakan bahwa, Sholatlah sebagaimana kamu melihat saya sholat,” ungkapnya saat menjelaskan hadist Nabi.

Namun, sambung dia, yang menjadi masalahnya adalah Nabi memberi contoh-contoh dalam ibadah itu tidak hanya satu maca. Nabi menempatkan tata cara sholat sesuai dengan posisi tertentu, contohnya dalam sholat fardhu dan dan sholat sunnah berbeda bacaannya.

Dengan adanya hal itu, wakil Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo itu menjelaskan, itu menimbulkan beberapa perbedaan, dalam konteks majlis tarjih dicari mana yang paling kuat.

Arti tarjih adalah mencari yang paling kuat. Masyarakat butuh panduan yang seragam yaitu  satu contoh yang paling kuat, bukan berarti yang lain – lain tidak boleh, kalau dalilnya sohih boleh saja dilakukan, namun untuk membina anak didik,hanya diperlukan satu model pembinaan yang seragam, dan tarjih menjawab kebutuhan tersebut.

Kadang, lanjut dosen PPNS Surabaya itu mengatakan, informasi yang kita peroleh dari nabi berasal dari sumber yang berbeda-beda dalilnya atau hadistnya, tarjih mencari dalil yang paling kuat.

Ada dua hal dijadikan patokan dalam tarjih, alumni guru Smamita itu mengungkapkan, karena nabi memberi contoh yang berbeda-beda, mana yang paling sering digunakan oleh nabi maka itu di tarjihkan, yang kedua dalil mana yang tingkatannya paling kuat.

Ada kemungkinan lagi yaitu pemahaman, dalam hal sholat dan wudhu kita mempersempit pemahaman, karena dalam sholat dan wudhu sebenarnya kita hanya disuruh meniru saja.

“Beda dengan teman NU, mencari pendapat yang paling kuat, kalau Muhammadiyah mana dalil yang paling kuat,” pungkasnya. Amel