Muhammadiyah itu Besar, Bukan Untuk Sombong-Sombongan

0
45
H. Sam'un, wakil ketua PCM Sepanjang saat menyampaikan materi (foto:emil)

Orang yang gaji besar saja masih korupsi, itu tandanya tidak memaknai yang sebenarnya apa itu bersyukur. Untuk itu, mereka tidak memaknai tauhid kepada Allah yang benar.

Itu disampaikan H. Sam’un, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sepanjang saat menyampaikan materinya pada Kajian Ramadhan 1440 H yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus di Aula Mas Mansyur, Ahad (26/5/2019).

Orang di Muhammadiyah, lanjut Sam’un, dari berbagai macam faktor. Ada yang memakai sebagai kendaraan untuk kepentingan pribadi. Dan itu sering muncul diberbagai tingkat.

Untuk itulah, Anggota divisi ketarjihan Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jatim mengatakan, perlu perubahan orientasi nilai dan sikap dalam ber- Muhammadiyah.

Ia berpesan, orang Muhammadiyah haruslah benar-benar bisa membesarkan Allah, tidak membesarkan apapun.

“Muhammadiyah ini besar untuk dakwah. Bukan sebagai sombong-sombongan,” pesannya.

Kedua warga Muhammadiyah harus Ikhlas, dan penuh ketundukan sehingga terpancar sebagai ibad ar-rahman. Yang menjalani kehidupan dengan benar-benar bisa menjadi mukmin, muslim, muhsin dan muttaqin.

Lebih lanjut, dosen Agama Islam Stikom Surabaya itu mengajak warga Muhammadiyah wajib menjadikan iman dan tauhid sebagai sumber seluruh kegiatan hidup.

Selain itu, akhlaq sendiru sering diterjemahkan perilaku. Akhlaq Nabi itu bukan perilaku saja, namun suasa batin yang melahirkan perilaku.

“Sebab ada orang sudah mencontoh Nabi, seperti masuk masjid kaki kanan dulu, keluar gunakan kaki, bahkan berpakaian sudah merasa mencontoh nabi, tapi tidak hanya itu, sikap batin itu perlu,” katanya.

Namun, sambung dia, uswatun yang diteladani oleh manusia dari Nabi yaitu berupa sifat Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah.

Dia juga berpesan, bahwa masjid itu untuk ummat, namun manajemennya juga ikuti dari Muhammadiyah, karena dipertanggungjawabkan kepada Allah nanti di Akhirat.

“Sebagai contoh, semua orang boleh masuk Masjid Muhammadiyah, namun tidak semua orang ikut mengatur masjid. Karena sudah ada yang dipercaya oleh Muhammadiyah,” pungkasnya. Emil