Solihin Fanani: Muhammadiyah itu Punya Sistem, Punya Aturan, Gak Ngawur

0
25
Dr. Solihin Fanani, ketua Majelis Tabligh PWM Jatim (foto: emil)

Kini Muhammadiyah memasuki usianya ke 109 tahun, maka perlu mengagendakan langkah penting dan strategis. Diantaranya mendinamisaikan sejumlah aspek gerakan sehingga Persyarikatan ini mampu memasuki abad kedua dengan kekuatan baru menjadi gerakan pencerahan yang maju dan berkeunggulan.

Hal itu disampaikan saat H. Sholihin Fanani, ketua Majelis Tabligh Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur pada Kajian Ramadhan 1440 H yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Pimpinana Cabang Muhammadiyah (PCM) Sepanjang di Aula Mas Mansyur, Ahad (26/5/2019).

Kalau ada yang menjelekkan Muhammadiyah, sambungnya, itu karena mereka tidak bisa berkembang seperti Muhammadiyah. Mereka iri dengan Muhammadiyah.

Apa Ideologi Muhammadiyah, Sholikin menjelaskan bahwa, Muhammadiyah itu sistem keyakinan yang menjelaskan rencana sosial dengan segala kaitannya.

Kemudian, sambungnya, paham dan teori perjuangan yang dianut kuat oleh sekelompok manusia menuju cita-cita sosial tertentu dalam kehidupan.

“Muhammadiyah itu punya sistem, punya aturan, gak ngawur,” katanya.

Unsur idoelogi itu, lanjut dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya ini mengatakan, pandamgan yang konperehensif tentang manusia dan alam semesta dalam kehiduapan.

“Ojo maneh menungso, sampiyan delok iwak sing nang laut lak ngelumpuk kabeh, itu organisasi,” terangnya.

Yaitu, jangankan manusia, coba kita lihat. Ikan di laut kan berkelompok, itu artinya mereka berorganisasi.

Maka dari itu, Muhammadiyah adalah organisasi yang telah sukses memanusiakan manusia, karena ini adalah organisasi manusia.

Oleh karena itu, mantan kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang itu menegaskan, Muhammadiyah itu membangun kesadaran beragama dengan istiqomah, kesadaran dalam berdakwah dengan bijaksana, kesadaran berorganisasi dengan amanah, kesadaran dalam berjuang dengan keyakinan, dan membangun kesadaran dalam berkurban dengan keikhlasan. Emil