Ini Beda Adab Indonesia dan Jepang

Indonesia mayoritas beragama Islam, tapi masih kalah dengan orang Jepang dalam hal adab dan etika. Banyak orang pintar di Indonesia, tapi belum berakhlak secara sempurna.

Orang tua Indonesia beda sama di Jepang, mereka lebih takut kalau anaknya tidak bisa belajar antri dari pada anaknya tidak bisa belajar matematika. Terbalik dengan orang tua Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Nurul Musdholifah saat memberikan materi Darul Arqom SMA Muhammadiyah 1 Taman – Sidoarjo (SMAMITA), Senin (27/5/2019).

Bu nurul -sapaannya- juga melihatkan video tentang betapa teratur dan ber etika-nya masyarakat di Jepang, dari kecil sudah diajari menyebrang, antri, naik turun tangga, bahkan saat gempa pun mereka tidak egois menyelamatkan diri sendiri.

Menurutnya, kita bisa mengadopsi beberapa hal baik yang ada di jepang seperti jujur, disiplin, tertib. Bedanya etika kesepakatan sekelompok komunitas dalam tempat dan massa tertentu.

Adab perangai atau sifat yang baik tapi dihasilkan dari proses pendidikan atau pelatihan, akhlak kemuliaan atau sifat2 yang dihasilkan dari proses ibadah yg benar.

Jadi, harapnya, adab itu untuk semua orang bisa, seperti budaya Jepang itu termasuk adab.

“Kalau akhlak diatasnya adab, akhlak itu cerminan dari ibadah kita. Bagaimana bisa orang yang beribadah tapi masih melakukam kemunkaran, berarti ada ibadahnya atau sholat nya yg kurang benar,” katanya.

Lebih lanjut, puncak dari segala ilmu adalah akhlak (jujur, amanah), kata Rosul.

“Sebaik-baiknya umat yang dicintai oleh Rosulullah adalah umat yang paling baik akhlaknya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, menurut dia, kita sebagai orang Islam harus baik beribadahnya agar kita memiliki akhlak yang baik. Amel