Begini Pesan Alumni Guru Smamita

 

Lagi trend dilakukan di bulan puasa ini, yakni pembagian takjil on the road.

Hal itu disampaikan oleh Abdullah Smith, direktur Daya Matahari Utama (DMU) Jawa Timur saat menyampaikan ceramah, Rabu (29/5/2019) kemarin.

Ia juga menyampaikan, hakikat keikhlasan yang sebenarnya dan juga bagaimana guru itu memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang produktif.

“Saya melihat fenomena kegiatan takjil on the road dengan membawa banner. Saya harap kegiatan yang dilakukan seperti takjil on the road itu benar benar atas dasar keiklasan semata mata karena Allah SWT,” ujar bang Dollah, sapaan akrabnya

Kemudian, guru juga diajak untuk memanfaatkan waktu luang disela jam kosong dengan aktifitas yang produktif.

“Manfaatkan waktu luang disela jam kosong supaya lebih produktif. Bisa dengan menulis, mendesain pembelajaran, dan lainya,” ajak alumni guru smamita era 90-an.

Selain Bang Dollah, alumni kepala SMA Muhammadiyah 1 Taman, Khusnul Khitam juga berkesempatan memberikan tausyiahnya menjelang berbuka bersama tentang pakaian taqwa.

“Didalam ayat Al Quran telah dijelaskan, janganlah kamu seperti seorang wanita tua yang memintal benang, setelah selesain tenunan dirusak kembali,” ujar pak Kyai Khusnul.

Ayat itu, sambung dia, bermakna menyindir kita semua, dibulan Ramadhan ini agar berperilaku yang baik. Makna menenun pakaian diartikan bahwa mamusia dalam hidup memiliki dua jenis pakaian yakni pakaian dhoir dan pakaian batin atau pakaian rohani.

Pakaian dhoir adalah baju yang kita pakai sehari hari,sedangkan yg pakaian batin adalah pakaian taqwa yang nanti dipakai untuk menghadap Allah.

Kegiatan buka bersama ini juga dihadiri beberapa alumni guru Smamita yang pernah mengabdi pada eranya.

Diharapkan, agar lebih mempererat hubungan silahturahmi diantara warga sekolah dengan alumni dewan guru. Serta, salah satu ajang umat muslim untuk lebih berperilaku baik dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Wahyu Murti