Haedar Nashir: Bisakah Kita Mengimsakkan Media Sosial?

SMAMITA – Bisakah kita meng-Imsak-kan media sosial?, imsak pertama adalah frekuensinya. Sekarang itu, nyaris medsos 24 jam penuh non stop. Mau tidur dan bangun tidur masih buka hape juga.

Hal itu disampaikan oleh Haedar Nashir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat memberikan ceramah agenda Halal bi Halal keluarga besar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang Aisyiyah Cabang (PCA) Sepanjang di halaman Masjid Al Dakwah, ranting Geluran – Taman Sidoarjo, Ahad (23/6/2019).

Haedar mengatakan, sudah lama ia mempraktikkan agar tidak terlalu sering menggunakan medsos dikala istirahat.

“Sekedar berbagi, saya Alhamdulillah sih mempraktikkan itu. Jam sepuluh saya tutup, saya off. Baru buka hape jam tujuh,” katanya.

Selebihnya, Haedar menggunakan medsos itu untuk baca, dan membuka informasi yang dirasa sangatlah penting.

Tapi, sambung dia, sekarang ini medsos sudah menjadi Culture. “Ada dua orang duduk bersama suami istri, kakak adik, saudara. Duduk bareng satu tempat, namun arahnya berbeda,” ungkap dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu.

Kemudian, Haedar mengungkapkan, mereka duduk bertemu, tapi tidak berjumpa. “Sampai saya berfikir, ini makhluk jenis apa dari mana datangnya,” disambut geerr tawa jamaah seluruh Cabang Sepanjang.

Baginya, karena medsos itulah relasi sosial jadi tidak hidup. Lalu hidup kita dengan benda yang kecil itu, itulah yang dikatakan frekuensi.

Belum lagi substansi konten dan isinya, lanjut Haedar, kontennya betul-betul begitu liberal dan sekular, saya bisa memastikan itu. Apalagi kalau sudah menyangkut dengan politik, rata-rata usianya 50 tahun keatas, kalau yang muda malah santun kata Haedar.

Kalau orang Muhammadiyah bisa mempraktikkan itu (Imsak Medsos), artinya puasanya sukses. “Syukur-syukur, dari kader Muhammadiyah, lahir medsos yang mencerahkan, lahir medsos yang berkemajuan,” pungkasnya. Emil

 

Haedar Nashir, Hadiri Halal bi Halal PCM Sepanjang