17 Juli 2019 Terjadi Gerhana Bulan, Berikut Ulsanannya

SMAMITA – Shalat gerhana dilakukan ketika terjadi gerhana matahari maupun gerhana bulan. Hanya saja penyebutan nama keduanya yang berbeda. Shalat gerhana bulan di sebut Shalat Khusuf (صلاة الخسوف), sedang shalat gerhana matahari dinamakan Shalat Kusuf (صلاة الكسوف ).

Menurut Hanafiah, mereka berpendapat bahwa shalat gerjana bulan itu sama dengan shalat gerhana matahari, namun hukumnya mandub dan tidak disyariatkan dilaksanakan dengan berjamaah dan tidak pula disunnahkan dilaksanakan di masjid jami, tetapi di rumah secara sendiri-sendiri. Adapun Syafi’iah berpendapat bahwa shalat gerhana bulan itu sama dengan shalat gerhana matahari, kecuali dalam shalat gerhana bulan itu bacaannya dikeraskan, sedangkan dalam shalat gerhana matahari tidak. Sedangkan menurut pendapat Malikiah, shalat gerhana bulan hukumnya mandub, bukan sunah, berbeda halnya dengan gerhana matahari hukumnya adalah sunah.

Gelapnya bulan ketika terjadi gerhana tidak ada hubungannya dengan kematian seseorang atau peristiwa lainnya. Shalat gerhana matahari pada masa Rasulullah terjadi pada tahun sembilan hijriyah dan ada pula yang mengatakan pada 10 hijriyah. Yang pasti, shalat gerhana matahari kala itu terjadi saat wafatnya anak lelaki Rasulullah wafat dari Maria al Qithbiyah, Ibrahim. Setelah menikah dengan Rasulullah, Maria al Qithbiyah melahirkan Ibrahim pada tahun ke tujuh hijriyah. Dua tahun kemudian Ibrahim wafat, sehingga kemungkinan shalat gerhana matahari di zaman Rasulullah terjadi pada tahun ke sembilan atau ke sepuluh hijriyah. Wafatnya Ibrahim dibarengi gerhana matahari total di Madinah. Warga Madinah gempar karena kejadian ini langka. Sebagian mereka menghubungkan kejadian ini dengan wafatnya putra Rasulullah. Saat warga Madinah mengaitkan dua kejadian ini, Rasulullah memberi khutbah. Dari versi Aisyah yang diriwayatkan Bukhari, Rasulullah bersabda yang intinya memeperingatkan matahari dan bulan adalah kekuasaan Allah SWT.

Peringatan ini juga ditambah perintah untuk berdoa, gerhana termasuk salah satu waktu terbaik berdoa. Umat Islam tidak boleh menyepelekan doa karena berdoa adalah bagian tauhid. Saya menekankan agar umat Islam khususnya warga besar SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) membiasakan berdoa, karena doa adalah penghubung langsung dengan Allah SWT. Jika anak-anak meminta sesuatu, ajarkan mereka berdoa. ketika terwujud, mereka akan ingat yang mewujudkan permintaannya adalah Allah SWT.

Laksanakanlah shalat, dan bersedekah saat gerhana terjadi, karena bersedekah jadi penyempurna setelah shalat , berdo’a yang sifatnya vertikal. Sedekah merekatkan sesama, membersihkan hati dan harta. Tidak akan bangkrut orang bersedekah.

Hal yang bisa kita ambil hikmah dibalik perintah shalat gerhana bulan ataupun gerhana matahari bahwa peristiwa apapun yang terjadi dalam kehidupan ini hendaklan kita selalu menghubungkannya kepada Allah. Hendaknya peristiwa gerhana bulan ini menambah kuatnya sinyal wifi kita kepada Allah SWT yang berdampak pada kuota unlimited dalam ittishal ila Allah. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-anfaal ayat: 3

إِنَّمَـا الْـمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ إِذَا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايـتُهُ زَادَتْهُمْ إِيْمَـانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُون

 

Sebelumnya, diketahui bahwa Gerhana bulan sebagian melewati Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Asia dab Australia pada tanggal 17 Juli 2019.

Menurut kalender Muhammadiyah 2019, Gerhana Penumbral Mulai 01:43:53 WIB. Gerhana Sebagian Mulai 03:01:43 WIB. Dan Tengah Gerhana pada pukul 04:30:44 WIB.

Sedangkan Gerhana Sebagian Berakhir: 05:59:39 WIB. Dan Gerhana Penumbal Berakhir: 07:17:36 WIB.

Semoga bermanfaat.

Ditulis oleh: Khoirul Anwar, S.Ag, guru ISMUBA Smamita yang sedang menyelesaikan pendidikan Magister di Umsida.