Begini Cerita SMA Double Track

Surabaya – Rasa hormat tidak kurang-kurangnya disampaikan oleh tim DariSMA Muhammadiyah 1 Taman – Sidoarjo (SMAMITA) di jamu kedatangannya oleh SMA Hang Tuah 1 Surabaya, Kamis (25/7/2019) pagi.

Bagaimana tidak, 8 siswa yang tergabung dalam tim paskib, sudah menyambut rombongan Smamita di loby sekolah mereka.

“Lapor, kegiatan kunjungan siap dilaksanakan,” kata pemimpin pasukan paskib sambil hormat ke Zainal Arif Fahrudi, principal Smamita.

“Laksanakan,” jawab pak Arif sapaan akrab kepala Smamita.

Hadi Sukiyanto, kepala SMA Hang Tuah 1 Surabaya bersama Wakasek dan jajarannya, menyambut kedatangan Smamita dengna penuh ceria. Bukan hanya itu, keramahan oleh mereka semua.

Kami tidak langsung masuk di ruangan, namun ditunjukkan ke kantin, tempat kami belajar manajemennya.

Ada sekelompok siswa di salah satu gazebo sebelah timur kantin, tiba-tiba mereka memainkan alunan musik bergenre karawitan, kenong, gong, kendang dan dua siswi putri pegang mic, menyanyikan lagu notebennya musik campursari. Adem, ayem, dengar musik itu, walau saya (penulis) tidak ngerti lagu apa yang sedang dinyanyikan.

Setelah nampir 45 menit berada di kantin, kami ditunjukkan ruang UKS, sudah siap 8 siswa kader UKS yang semuanya keren dan hebat. Wajar mereka kader yang memberi contoh bagaimana hidup sehat.

Setelah itu, ada yang unik bagi kami di sekolah itu. Sebuah ruangan khusus di pojok sekolah, dengan 6 siswi kelas IPS yang sedang memasak roti di oven besar. Kami dipersilahkan mencicipi roti yang memang disiapkan khusus.

“Hemm, rotinya kok enak, beda dengan roti diluaran yang di jual itu,” kata pak Arif. Menurut penjelasan dari salah satu siswa, memang bahan untuk membuat roti itu berbeda. Bahan-bahannyapun puluhan, wajar kalau begitu di mulut, rasanya cesss.

Keluar dari ruang masak (dapur), kami dikejutkan sebuah mini bar, dua siswa yang menyiapkan gelas-gelas minuman racikan ala mereka. Coffe milk yang nikmat seelah cicipi roti karya siswi.

Tidak hanya itu, sekolah yang letaknya di belakang sebuah pura di Surabaya, ada sebuah kamar sekelas hotel berbintang yang siap menampung tamu untuk bermalam di sekolah itu. Iya, itulah SMA Hang Tuah 1 plus Perhotelan.

“Baik pak, kita lanjut di tempat terakhir,” ajak pak Hadi kasek SMA Hang Tuah 1.

Ternyata, tempat itu adalah rumah bahari, sebuah gedung yang isisnya tentang kebaharian, semi museum, tapi keren untuk bisa jadi tempat wisata. Dan, dalam gedung itu juga disediakan ruang cinema, berukuran kuang lebih 10 x 12 meter, bisa menampung sekitar seratusan orang.

Terima kasih kami sudah diberikan waktu untuk bersilaturrahim dan menimba ilmu buat perkembangan Pendidikan di Indonesia dengan program SMA Double track. Emil/Humas