Beberapa Filosofi Tentang Jenis Lomba Agustusan

Hari kedua kegiatan lomba 17-an Smamita berlangsung dengan meriah. Layaknya suasana kemeriahan kampung, bermacam perlombaan digelar SMA Muhammadiyah 1 Taman-Sidoarjo (Smamita). Kegiatan Lomba dilaksanakan pada hari Jumat (16/8/2019) meliputi cerdas cermat, makan krupuk, bolpoin dalam botol dan kursi goyang.

Salah satu lomba yang diikuti siswa adalah lomba memasukkan paku dalam botol. Paku diikat dengan seutas tali kemudian dililitkan dipinggang dan peserta lomba harus memasukkan paku tersebut ke dalam botol.

Lomba ini memiliki filosofi tentang keseimbangan untuk menjaga paku tidak bergoyang-goyang dan kemampuan memperkirakan ujung paku masuk dalam mulut botol sangat diperlukan.

Ada juga lomba makan kerupuk. Lomba ini mengajarkan kepada kita, di jaman penjajahan dulu rakyat mengalami kesulitan sandang, pangan dan papan. Untuk makan yang paling sederhana sekali pun mengalami kesulitan, akibat hasil panen penduduk diambil paksa oleh penguasa. Akibatnya, banyak rakyat yang kurang gizi bahkan mati kelaparan.

Kemudian, ada lomba cerdas cermat. Lomba ini mengadu kemampuan pengetahuan siswa. Lomba cerdas cermat dengan tema kebangsaan dilaksanakan di hall Smamita. Lomba tersebut diikuti oleh perwakilan tiap-tiap kelompok dari kelas X, XI dan XII.

Kresna, XI IPA 3 mengemukakan senang bisa mengikuti lomba cerdas cermat.

“Lomba cerdas cermat menambah wawasan saya dan saya berharap semoga tahun depan diadakan lagi lomba seperti ini dengan tema yang berbeda,” ucap Kresna.

Hal senada diungkapkan Mufidatus XI IPA 3. “Lombanya bikin deg-deg-an, grogi namun saya senang karena bisa mengingat pelajaran dan materi pelajaran yang tidak tahu menjadi tahu,” ujar Mufidatus.

Semangat Kemerdekaan, semangat menjaga kerukunan dan sekaligus mempererat tali persaudaraan diantara guru, karyawan dan siswa Smamita adalah menjadi satu kunci utama dari seluruh perlombaan yang telah diselenggarakan. Mari kita bersama-sama menghormati jasa-jasa para pahlawan, hargai aturan-aturan yang berlaku.

Dan yang paling penting adalah, ikut serta memeriahkan Hari Kemerdekaan sebagai wujud penghargaan kita pada para pendiri negara Indonesia. (Wahyu/Ari)