Direktur SEAMOLEC Jelaskan Kegunaan Virtual Reality

Smamita – Guru juga harus mampu untuk meningkatkan kualitas melalui kegiatan pengembangan diri. Saat ini seorang guru dituntut untuk mampu bersaing di era digital 4.0, dimana dunia virtual lebih dominan dan guru harus mampu berperan di dunia virtual.

Hal itu diasmpaikan Alpha Amirrachman, Sekretaris Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Saat melakukan pembinaan kepada guru karyawan SMA Muhammadiyah 1 Taman – Sidoarjo (SMAMITA), Selasa (20/8/2019).

“Teknologi Virtual Reality bukan lagi sebuah teknologi mahal untuk membangun generasi terbaik Indonesia,” ungkapnya.

Direktur SEAMOLEC ini menambahkan, Virtual Reality atau realitas maya adalah teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan komputer, suatu lingkungan sebenarnya yang ditiru, atau benar-benar suatu lingkungan yang hanya ada dalam imajinasi.

“Dikdasmen Kemdikbud sedang gencar mensosialisasikan program teknologi virtual reality atau VR kepada pendidik,” pesannya.

Sebagai contoh, lanjutnya, mata pelajaran Biologi ada praktik pembedahan hewan katak. Maka, sebelum pembedahan secara nyata, dengan teknologi virtual, katak digital dibedah terlebih dahulu, kemudian dilakukan pembedahan katak sesungguhnya,“ lanjut pria lulusan Universiteit Van Amsterdam, Belanda.

SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) adalah salah satu dari 24 pusat yang berada di bawah naungan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) dan memiliki fokus bidang Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTJJ). Dengan berbagai program yang menjadi tugas intinya, seperti; pelatihan, konsultasi, riset dan pengembangan, dan penyebaran informasi, SEAMOLEC membantu negara-negara anggota SEAMEO untuk menemukan solusi alternatif untuk meningkatkan kualitas manusia melalui PTJJ. (sumber: seameo.kemdikbud)

Setelah dari Smamita, Alpha Amirrachman didampingi Humas dan tim Smamita melanjutkan perjalanan ke Nganjuk Jawa timur untuk takziah dirumah Didik Suhardi, Ph.D., Sesjen Kemendikbud. Yang sebelumnya, ibunda Didik wafat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Senin (19/8/2019). Wahyu Murti